Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub) melaksanakan kegiatan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Makassar pada 18 – 20 Februari 2026.
Uji petik tersebut dalam rangka memastikan keselamatan pelayaran dan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin bersama dengan tim KSOP Utama Makassar, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut selama lonjakan penumpang pada periode mudik Lebaran.
“Uji petik ini kami lakukan untuk memastikan seluruh kapal penumpang yang beroperasi pada masa Angkutan Lebaran benar – benar memenuhi persyaratan kelaiklautan. Keselamatan adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar,” tuturnya.
Sebanyak empat kapal penumpang dilakukan uji petik kelaiklautan, yaitu
KM Dobonsolo, KM Ciremai dan KM Dorolonda milik PT Pelni (Persero), serta KM Mutiara Ferindo I milik PT Atosim Lampung Pelayaran.
Uji petik dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek teknis dan administratif kapal, meliputi pemeriksaan dokumen kapal, sertifikat keselamatan, sistem navigasi dan komunikasi, alat – alat keselamatan, alat pemadam kebakaran, kondisi mesin dan kelistrikan hingga kesiapan awak kapal sesuai ketentuan peraturan perundang – undangan.
Dia menambahkan bahwa Ditjen Hubla tidak akan memberikan toleransi terhadap kapal yang belum memenuhi standar keselamatan yang sejalan dengan prinsip Zero Compromise for Safety.
“Secara umum keempat kapal dalam kondisi laiklaut. Namun, kami merekomendasikan agar seluruh temuan hasil pemeriksaan dapat segera ditindaklanjuti dan dipenuhi paling lambat sebelum tanggal 1 Maret 2026,” ujar Samsuddin.
Selain pemeriksaan fisik kapal, tim juga melakukan pengecekan terhadap prosedur tanggap darurat, familiarisasi awak kapal terhadap peralatan keselamatan dan kapasitas angkut penumpang agar sesuai dengan manifest, serta tidak melebihi batas yang ditetapkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan nasional Angkutan Laut Lebaran 2026 yang mencakup pengawasan terpadu di pelabuhan – pelabuhan utama, peningkatan koordinasi dengan operator kapal dan optimalisasi fungsi Syahbandar, serta Otoritas Pelabuhan.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk secara proaktif melakukan pemeriksaan internal dan memastikan standar keselamatan dipenuhi,” ungkapnya. I



