Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Papua Jadi Prioritas

Percepatan pembangunan infrastruktur Papua harus menjadi prioritas melalui mekanisme perencanaan khusus.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Khusus Papua telah dipikirkan yang akan menjadi perhatian untuk pengembangan infrastruktur Papua.

“Perhatian tersebut termasuk pelabuhan, jembatan yang sangat krusial, termasuk perbaikan jalan yang rusak. Kalau tidak, nanti waktu panen kita bermasalah,” katanya saat berjumpa dengan Bupati Merauke Yoseph B. Gebze dari keterangan resmi Bappenas di Jakarta.

Dia menambahkan, Musrenbang Khusus Papua juga harus membahas pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan hingga kawasan tertentu untuk penjagaan keamanan seperti pos pertahanan laut.

Pambudy menegaskan bahwa, pembangunan infrastruktur harus terintegrasi dengan penguatan kawasan perbatasan dan keamanan wilayah.

Selain infrastruktur, lanjutnya, integrasi program prioritas nasional ke dalam pembangunan Merauke juga harus dilakukan.

“Program – program pusat, seperti kampung nelayan juga harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan Kabupaten Merauke. Mana yang paling mendesak harus didahulukan, baru kemudian tahap berikutnya,” tutur Menteri PPN.

Bupati Yoseph menyatakan, posisi Merauke sebagai wilayah perbatasan dan Serambi Timur Indonesia menjadikan aspek pertahanan, konektivitas, serta pembangunan ekonomi sebagai prioritas.

“Empat fokus pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, penguatan kesejahteraan masyarakat dan penyelarasan perencanaan daerah dengan kebijakan nasional, serta provinsi,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, kata Yoseph penguatan koordinasi teknis akan dilakukan untuk memastikan prioritas pembangunan Merauke, mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar hingga pengembangan kawasan perbatasan agar dapat berjalan terarah dan mendukung ketahanan pangan, serta pertumbuhan kawasan Timur Indonesia. I

Kirim Komentar
Baca Juga:  PEMANFAATAN BENDUNGAN RAKNAMO KUPANG HARUS OPTIMAL