Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian dan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah pada periode Minggu (1/3) pukul 07.00 WIB hingga Senin (2/3) pukul 07.00 WIB.
Memasuki awal Maret ini, bencana hidrometeorologi masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berikut laporan kejadian menonjol di dua provinsi.
Angin puting beliung melanda Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (1/3).
Peristiwa ini terjadi di Desa Pualam Sari dan Mekar Sari, Kecamatan Binuang. Kejadian pada pukul 22.00 Wita saat hujan lebat tersebut berdampak pada 51 Kepala Keluarga (KK).
Tidak ada laporan korban jiwa. Selain rumah warga, kejadian ini juga berdampak pada 1 unit fasilitas ibadah, 1 unit fasilitas kesehatan, dan 1 unit fasilitas umum.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, yang terjadi pada Sabtu (28/2) telah surut dan terpantau pada Minggu (1/3).
Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat. Lokasi terdampak berada di dua desa di Kecamatan Pakis, yaitu Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan.
Sebanyak 61 KK beserta tempat tinggalnya terdampak banjir tersebut.
Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Tapin memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem pada tingkat sedang hingga tinggi dengan 12 kecamatan berada pada kategori tersebut.
Di Kabupaten Malang terdapat 31 kecamatan dengan potensi bahaya banjir tingkat sedang hingga tinggi.
Hingga esok hari (3/3), wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Melihat potensi bahaya dan prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.
Berbagai langkah pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan oleh seluruh pihak.
Dalam menghadapi potensi angin kencang dan hujan lebat, masyarakat diimbau memangkas ranting – ranting pohon di sekitar rumah serta memastikan struktur atap dalam kondisi kokoh.
Selain itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan bergotong royong membersihkan saluran air agar mampu menampung debit air hujan secara optimal. I






