Layanan Angkutan Perintis Penumpang dan Kargo dari Bandara Bomakia

Distrik Bomakia di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan memiliki Bandar Udara (Bandara) Bomakia yang merupakan salah satu dari bandara – bandara perintis yang ada.

Selain itu, keberadaan Bandara Bomakia yang menjadi Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III ini memberi dampak yang relatif besar untuk disparitas harga barang – barang kebutuhan pokok, sehingga harga barang saat sampai ke tangan warga yang tinggal di pedalaman tidak terlalu tinggi.

Penerbangan angkutan udara perintis untuk penumpang dan kargo perintis dilayani dengan pesawat jenis Caravan, serta Pilatus, disesuaikan dengan medan pegunungan Papua Selatan yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat kecil.

Saat ini, penerbangan perintis menggunakan maskapai Susi Air dengan rute Merauke – Bomakia terjadwal setiap Selasa dan Sabtu dengan harga tiket sekitar Rp685.460, sedangkan rute sebaliknya juga di hari yang sama pada harga tiket Rp675.460.

Mengenai penerbangan perintis dengan maskapai Smart Air dengan rute Tanah Merah – Bomakia setiap Senin, Rabu dan Jumat dengan harga tiket sekitar Rp242.560, sedangkan rute Bomakia – Tanah Merah pada jadwal hari yang sama dan harga tiket juga sama.

Menurut Plt Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bomakia Jamaluddin, penerbangan perintis menjadi pilihan yang tepat untuk menjawab persoalan di daerah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi darat.

Apalagi, dia menambahkan, wilayah Kabupaten Boven Digoel di Provinsi Papua Selatan merupakan wilayah Terpencil, Tertinggal, Terluar dan Perbatasan (3TP) yang membutuhkan bantuan dalam konektivitas daerah dengan penerbangan perintis.

Keberadaan Bandara Bomakia tidak hanya untuk melayani penumpang dalam penerbangan perintis, melainkan juga untuk angkutan kargo perintis, yang banyak membawa kebutuhan pokok masyarakat hingga ke pedalaman.

Baca Juga:  Kementerian PU Pastikan Jalan dan Jembatan Nasional Papua Barat - Papua Barat Daya Siap Jelang Nataru

Bandara ini juga mengatasi keterbatasan akses darat untuk distribusi logistik dan barang kebutuhan pokok, bahkan menjadi salah satu dari rute utama distribusi barang dari Tanah Merah, yang dilengkapi dengan prosedur keamanan, serta bongkar muat barang dari pesawat perintis. I

Kirim Komentar