Bapanas Perkuat Intervensi Pangan untuk Jaga Stabilitas Jelang Lebaran

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat berbagai program intervensi pangan bersama mitra untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

“Pemerintah memastikan berbagai program intervensi pangan terus dilakukan sampai Lebaran untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangannya.

Menurutnya, sejumlah program intervensi pangan yang telah dilakukan sepanjang Ramadan hingga menjelang Idulfitri antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga mobilisasi stok melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Selain penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng yang menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Bantuan itu, dia menambahkan, telah disalurkan Perum Bulog secara bertahap yang dimulai sejak 9 Maret 2026.

“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, stok pangan nasional kita aman dan memadai,” ujarnya.

Pelaksanaan program intervensi pangan dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD hingga asosiasi pelaku usaha pangan, guna menghadirkan akses pangan dengan harga terjangkau di banyak titik lokasi se-Indonesia.

Bapanas mencatat realisasi pelaksanaan GPM secara nasional hingga pertengahan Maret mencapai 789 kali di berbagai daerah setidaknya di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Pemerintah, lanjutnya, juga menggelar GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku kualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

GPM khusus daging ayam beku itu tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idulfitri.

Program itu merupakan kolaborasi antara Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Deregulasi untuk Dongkrak Ekspor Nasional

Masyarakat dapat mengetahui sebaran lokasi GPM daging ayam ras beku melalui tautan laman bit.ly/gpmdagingayam2026.

GPM khusus lainnya sebagai langkah stabilisasi harga daging ruminansia juga Bapanas dorong bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari.

Lebih lanjut, Ketut mengatakan hingga pertengahan Maret, realisasi penjualan beras SPHP telah mencapai 19.500 ton.

Adapun untuk SPHP beras tahun 2026, masyarakat sebagai konsumen dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kilogram (kg) dan tersedia pula alternatif kemasan 2 kg dengan pembelian maksimal 2 kemasan.

Sementara itu, realisasi FDP sampai Maret telah sebanyak 13.916 kg yang terdiri dari cabai rawit merah 5.590 kg, sapi hidup 5.126 kg, beras 2.000 kg, dan Minyakita 1.200 liter.

Daerah defisit yang menjadi tujuan FDP antara lain Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur, Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Lombok Tengah dan Lombok Timur Nusa Tenggara Barat hingga Kepulauan Riau.

Terakhir, dia menambahkan, realisasi bantuan pangan beras dan minyak goreng telah didistribusikan kepada 232.076 KPM per 14 Maret.

Secara kuantitatif, beras yang telah berhasil diserahterimakan sebanyak 4,64 juta kg dan minyak goreng sebanyak 928.300 liter.

Bapanas memproyeksikan ketersediaan beras nasional hingga akhir April diperkirakan dapat mencatat surplus 17,2 juta ton.

Komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton. Minyak goreng secara nasional mencatatkan surplus 3,5 juta ton.

Daging ayam juga mencatatkan surplus 727.000 ton sampai April. Gula konsumsi surplus 595.000 ton.

Telur ayam surplus 349.000 ton, sedangkan cabai rawit, cabai besar, dan bawang merah masing – masing surplus 105 ribu ton, 74.000 ton, dan 57.000 ton.

Sembilan jenis pangan tersebut sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri.

Baca Juga:  Merawat Keselamatan Selama Mudik Lebaran

Sebelumnya Kepala Bapanas, sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah melaporkan kondisi stabilitas pangan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami laporkan stok 11 komoditas strategis, cukup baik. Bahkan sangat baik, khususnya beras. Semua aman untuk sektor pangan Bapak Presiden,” kata Amran di Jakarta. I

 

 

Kirim Komentar