Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 4 April 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (3/4) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (4/4) pukul 07.00 WIB.

Dari pendataan tersebut, kejadian berdampak signifikan masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, termasuk cuaca ekstrem.

Hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (3/4) siang.

Sedikitnya empat pohon dilaporkan tumbang akibat terpaan angin kencang. Salah satu pohon yang tumbang menimpa seorang warga hingga meninggal dunia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Lombok Tengah segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut.

Penanganan, selain BPBD juga melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, TNI/Polri dan warga sekitar.

Selain korban jiwa dan pohon tumbang, pemerintah setempat masih melakukan pendataan kerugian lainnya yang mungkin timbul.

Wilayah lain di Provinsi NTB juga mengalami cuaca ekstrem berada di Kabupaten Dompu, yakni dua kelurahan di Kecamatan Dompu diterjang angin puting beliung pada Jumat (3/4) pukul 14.10 waktu setempat.

Sebanyak 20 unit rumah di Kelurahan Dorotangga dan Kelurahan Bada dilaporkan terdampak.

Ada 6 unit rumah di antaranya mengalami rusak sedang akibat tertimpa pohon yang tumbang diterpa angin.

Selain merusak bangunan, pohon tumbang juga menimpa sebuah truk kontainer yang sedang melintas di sekitar wilayah tersebut, tapi tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa cuaca ekstrem tersebut.

Tim BPBD Kabupaten Dompu segera turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan membersihkan puing – puing pohon yang tumbang. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah kembali kondusif.

Baca Juga:  Pelaksanaan PON XXI dan Peparnas XVII 2024 Harus Dilaksanakan Tepat Waktu dan Sukses

Beralih ke Pulau Kalimantan, cuaca ekstrem yang disebabkan hujan disertai angin kencang juga menerjang beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya di Kabupaten Tapin.

Sebanyak enam desa dan satu kelurahan di empat kecamatan terdampak peristiwa cuaca ekstrem.

Adapun wilayah terdampak adalah Desa Rumintin, Desa Tambarangan dan Desa Harapan Masa di Kecamatan Tapin Selatan, Desa Sungai Rutas di Kecamatan Candi Laras, Desa Timbung dan Desa Shabah Tampunang di Kecamatan Bungur, serta Kelurahan Rantau Kiwa di Kecamatan Tapin Utara.

Sedikitnya 20 unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 10 unit rumah rusak ringan, 3 unit rumah rusak sedang dan 7 unit rumah rusak berat.

Selain rumah, angin kencang juga berdampak pada 2 unit fasilitas pendidikan dan 1 unit fasilitas umum. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap.

BPBD Kabupaten Tapin segera melakukan kaji cepat dan pendataan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk melakukan penanganan evakuasi dan pembersihan puing di lapangan.

Selain angin kencang, kejadian banjir juga masih melanda beberapa wilayah di tanah air.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (3/4) memicu luapan air sungai yang menyebabkan banjir di dua kecamatan. Sedikitnya lima desa dilaporkan terendam banjir.

Banjir merendam Desa Gio Barat dan Desa Pandelalap di Kecamatan Moutong dan Desa Paria, Desa Tompo, serta Desa Sibatang di Kecamatan Taopa.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir tersebut. Lima keluarga di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, banjir juga berdampak pada 39 unit rumah dan 1 unit rumah di antaranya dilaporkan rusak ringan.

Baca Juga:  BP JAMSOSTEK CABANG SUBANG MAKSIMALKAN PELAYANAN TERBAIK

Hingga Jumat (3/4) malam, banjir dilaporkan masih menggenangi wilayah terdampak.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Kecamatan Moutong dan Taopa bersama aparat desa dan warga setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Periode peralihan musim atau pancaroba sering kali ditandai dengan perubahan cuaca signifikan, seperti hujan yang tiba – tiba, angin kencang hingga suhu udara yang terasa panas.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 April 2026.

Kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, termasuk dampak dari fenomena cuaca ekstrem.

Wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Provinsi Banten, Provinsi Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat hingga provinsi Papua.

Menyikapi prakiraan cuaca dan perubahan musim, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, serta selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba – tiba.

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem terjadi, di antaranya dengan menjauhi pohon, papan reklame maupun bangunan yang rentan roboh saat hujan dan angin kencang.

Segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan dan angin kencang berlangsung terus – menerus lebih dari satu jam. I

 

Kirim Komentar