Program Jaksa Masuk Sekolah kembali digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar di Kota Padang, Sumatra Barat.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 13 Padang dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Padang Koswara, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova.
Program ini merupakan inisiatif Kejaksaan yang bertujuan memberikan pemahaman hukum sejak dini kepada generasi muda.
Melalui pendekatan edukatif, siswa dibekali pengetahuan tentang bahaya narkotika, pencegahan bullying hingga risiko kenakalan remaja, seperti tawuran, balap liar dan tindakan kriminal lainnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Padang Koswara menegaskan, pentingnya edukasi hukum sebagai langkah preventif.
“Ini salah satu tugas kami, memberikan penyuluhan penerangan hukum. Karena ini merupakan efek daripada preventif pencegahan. Jadi peraturan hukum ini kami sampaikan kepada anak – anak kami semua agar mengetahui dan menghindari kejahatan di bidang hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menyebutkan, kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam membangun kesadaran hukum sejak dini.
“Ini adalah kegiatan dari Pak Kajari dan tim, Jaksa Masuk Sekolah, yang menyasar siswa SMP kita se-Kota Padang. Ada 11 SMP dan ini bukti nyata bahwa pengenalan hukum itu harus kita berikan sejak dini,” ungkapnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari DPRD Kota Padang. Ketua DPRD Muharlion menegaskan komitmen penguatan program melalui dukungan anggaran dan kolaborasi lintas sektor.
“Kita alokasikan anggaran khusus untuk kegiatan penyuluhan hukum ini, kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kota Padang. Satu hari ini kegiatan dengan Jaksa Masuk Sekolah, nanti juga ada dengan pemerintah kecamatan, kemudian juga dengan para Dubalang Kota kita,” jelasnya.
Melalui program ini, diharapkan pelajar tidak hanya memahami hukum, tetapi juga mampu menghindari pelanggaran serta menjadi generasi yang berintegritas dan sadar akan aturan yang berlaku. I




