Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia menandatangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia – Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik di Kazan, Rusia.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov mewakili Pemerintah Federasi Rusia.
Agreed Minutes tersebut merupakan dokumen bersama yang memuat perkembangan atas pelaksanaan kerja sama bilateral, kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB, serta arah tindak lanjut kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Dokumen ini menjadi acuan penting untuk memastikan kesinambungan implementasi hasil – hasil pembahasan kedua negara secara lebih terarah dan konkret.
Substansi Agreed Minutes mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis antara lain perdagangan dan investasi, energi terbarukan, pertanian dan perikanan, industri, transportasi dan konstruksi, pendidikan tinggi dan sains, kesehatan, pariwisata, budaya, pengembangan digital dan media massa, olahraga, geologi dan pemanfaatan sumber daya mineral, serta pengelolaan sampah padat perkotaan.
Menko Airlangga menyatakan, penandatanganan Agreed Minutes SKB ke-14 Indonesia – Rusia mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat dan menindaklanjuti kerja sama bilateral di berbagai bidang prioritas, sejalan dengan arahan pemimpin kedua negara dalam mendorong penguatan hubungan bilatral.
“Dokumen ini menjadi acuan penting bagi kedua negara dalam melanjutkan dan memperkuat implementasi kerja sama pada berbagai sektor prioritas, serta memetakan berbagai potensi yang selama ini belum dikembangkan dengan baik,” jelasnya.
Melalui penandatanganan ini, Indonesia dan Rusia menegaskan kembali komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan kedua negara, serta selaras dengan prioritas pembangunan nasional di masing – masing negara.
Turut hadir mendampingi antara lain, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Duta Besar Indonesia Moskow Jose Antonio Morato Tavares, dan Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso. I






