Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres tahap pertama Proyek Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Tinmur (NTT).
Pemerintah menegaskan proyek ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat kemandirian garam nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Pembangunan lahan seluas 616 hektare pada tahap pertama telah selesai 100 persen dan ditargetkan mulai berproduksi pada tahun ini. K-SIGN diproyeksikan menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan target swasembada garam pada tahun 2027.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres menekankan pentingnya percepatan penyelesaian fasilitas pendukung agar kawasan dapat segera beroperasi secara optimal dan menegaskan bahwa kebutuhan garam nasional masih sangat besar.
Kebutuhan garam nasional mencapai 5 juta ton dan Indonesia belum mampu memenuhinya, sehingga proyek K-SIGN di Rote sangat penting untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri, sejalan dengan prioritas Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Kita ingin proyek ini segera berfungsi, menciptakan lapangan kerja sebanyak – banyaknya bagi warga lokal, meningkatkan kesejahteraan dan memberikan multiplier effect yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Wapres Gibran.
K-SIGN dinilai krusial karena selama ini kebutuhan garam nasional masih bergantung pada impor dan melalui proyek ini, pemerintah berharap pasokan garam dalam negeri semakin kuat, serta berkelanjutan.
Selain memperkuat kemandirian industri garam, proyek ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Rote Ndao dan sekitarnya.
Wapres menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan kawasan.
K-SIGN menjadi simbol keseriusan pemerintah membangun industri garam yang modern, terintegrasi dan berdaya saing. “Dari Rote Ndao, langkah menuju kemandirian garam nasional kini semakin nyata.”
Hal ini sejalan dengan langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam memperkuat swasembada garam nasional melalui pengembangan produksi dalam negeri yang berkelanjutan. I





