Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis menghasilkan empat kesepakatan komersial senilai US$3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menjelaskan bahwa Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, kesepakatan tersebut dicapai dalam peluncuran France-Indonesia High Level Business Council pada 28 Mei 2026.
“Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan.
Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi tersebut disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Forum itu mempertemukan 30 pemimpin perusahaan dan pelaku industri utama dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$1,3 triliun.
Dewan bisnis tersebut dipimpin bersama oleh Chair France – Indonesia Business Council MEDEF International, sekaligus Chief Executive Officer Danone Antoine de Saint – Affrique dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie.
Rosan menegaskan, kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat seiring dengan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.
“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ungkapnya.
Ke depan, Dewan Bisnis Indonesia – Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035 melalui penguatan kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Mouvement des Entreprises de France International. I





