Pemerintah Indonesia terus bergerak maju dalam memperluas jaringan kerja sama ekonomi internasional dan mempercepat integrasi ke dalam blok perdagangan dan organisasi global strategis.
Langkah nyata ini diperkuat melalui pertemuan bilateral intensif antara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan Inggris Sir Chris Bryant di tengah Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) OECD 2026 di Paris.
Pertemuan tersebut membahas komitmen kerja sama yang solid di bidang aksesi perdagangan multilateral, pengembangan industri teknologi tinggi hingga ekspansi pendidikan bertaraf internasional.
Fokus utama pembahasan bilateral kali ini adalah percepatan strategi Indonesia untuk bergabung dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Pemerintah Inggris secara aktif menyatakan dukungannya dan tengah melobi para menteri negara anggota CPTPP guna memuluskan langkah Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Inggris dijadwalkan akan meluncurkan konsultasi publik resmi (call for evidence) dalam waktu dua bulan ke depan untuk menghimpun bukti kuat yang mendukung kelayakan Indonesia masuk ke dalam blok ekonomi tersebut.
Sementara itu poin – poin utama kesepakatan strategis Indonesia dan Inggris adalah sebagai berikut:
- Aksesi CPTPP Regional: Indonesia telah berhasil menyelaraskan regulasi domestik di 22 Bab Kualifikasi CPTPP. Inggris mengusulkan skema proses kelayakan bersama agar aksesi Indonesia dapat maju serentak dengan tiga negara kandidat lainnya melalui target sidang menteri pada Juni atau November 2026 di Vietnam.
- Kemitraan Semikonduktor: Implementasi kemitraan strategis hulu-hilir antara Inggris dengan Danantara untuk pengembangan industri cip semikonduktor nasional guna menyokong kemandirian industri digital.
- Investasi Pendidikan Global: Operasionalisasi King’s College London dan kesepakatan pembangunan kampus University of Liverpool baru di Indonesia untuk program gelar ganda (dual study).
- Aksesi OECD 2028: Inggris berkomitmen mengerahkan delegasinya di seluruh komite untuk mengawal target keanggotaan penuh Indonesia di OECD pada tahun 2028 melalui asistensi teknis secara intensif.
Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tetap memprioritaskan jalur multilateral melalui CPTPP yang dinilai mampu memberikan akses pasar jauh lebih luas dan setara dengan standar yang diterapkan Inggris.
Namun demikian, Indonesia dan Inggris sepakat untuk tetap membuka opsi jalur perjanjian dagang bilateral (Bilateral FTA) sebagai langkah kontingensi apabila proses negosiasi multilateral di tingkat CPTPP mengalami hambatan yang berkepanjangan.
Pada sektor teknologi tinggi, kerja sama bilateral ini melahirkan komitmen monumental berupa kemitraan strategis semikonduktor antara Inggris dengan Danantara Indonesia.
Kerja sama yang disaksikan langsung oleh Presiden ini difokuskan pada pengembangan ekosistem rantai pasok dan produksi chip semikonduktor di tanah air.
Sektor pendidikan dan budaya juga menjadi pilar strategis yang menguat, kehadiran institusi elite dunia seperti King’s College dan pembukaan kampus University of Liverpool yang baru akan memungkinkan mahasiswa menempuh studi lintas negara di Indonesia dan Inggris secara simultan, sekaligus merekatkan hubungan sosiokultural kedua bangsa.
Selain kerja sama perdagangan regional, Inggris juga menegaskan dukungan penuh terhadap visi Indonesia untuk menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada tahun 2028.
Pemerintah Inggris siap mengawal pemenuhan tolok ukur kebijakan di seluruh komite OECD melalui pemberian bantuan teknis menyeluruh demi menyukseskan target internal transformasi ekonomi dua tahunan Indonesia.
Sebagai tindak lanjut dari seluruh kesepakatan strategis ini, kedua delegasi negara saat ini tengah merampungkan persiapan logistik dan agenda komprehensif untuk menyambut pertemuan bilateral tingkat tinggi berikutnya yang akan digelar di Bali dalam tahun ini. I






