Pemprov Jabar Dorong Swasembada Kedelai

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare dalam rangka mendukung swasembada kedelai tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya, Gubernur Dedi berharap penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektar itu bisa menghasilkan panen terbaik.

“Mudah – mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak, produktivitas kedelainya meningkat,” ujarnya.

Dia meminta petani di Jawa Barat meninggalkan kebiasaan yang salah dalam menanam kedelai, seperti memanen dalam kondisi tumbuhan masih hijau dan menanam secara terus – menerus dalam satu tahun tanpa jeda.

“Penanaman padi saat ini tidak pernah berhenti, karena hujannya banyak, bisa tanam setahun tiga kali bahkan empat kali, tidak ada jeda. Dampaknya tingkat kesuburan tanahnya menurun, PH dibawah 4,” tutur Gubernur Dedi.

Dia mengusulkan petani melakukan penanaman secara tumpang sari untuk menjaga tingkat kesuburan tanah.

“Kepada melalui Dinas Pertanian, setahun sekali nanam kedelai dan tanam kacang (suuk bahasa Sunda) itu harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah karena tanpa itu tanah sangat berat,” ungkapnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djojohadikusumo menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor kedelai dari Brazil, Argentina, Amerika Serikat.

Impor itu harus dibayar dengan Dolar dan dengan menargetkan swasembada, maka Indonesia tidak akan lagi bergantung pada impor kedelai.

Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat Indonesia dapat menikmati tahu dan tempe dengan harga lebih murah.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan penanaman kedelai di Indonesia bisa mencapai satu juta hektare agar swasembada tercapai pada dua hingga tiga tahun kedepan.

Baca Juga:  Wagub Jateng Dorong Akselerasi Teknologi RDF Tuntaskan Persoalan Sampah

“Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan membagikan bibit unggul kepada seluruh petani Indonesia,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Penasehat Koperasi Bareng Bareng Sugih (BBS) Mulyadi menambahkan, program penanaman kedelai merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. I

Kirim Komentar