Wamenperin Kawal Langsung Program Prioritas Transformasi Industri 2026

Jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan serangkaian diskusi bersama seluruh sektor di lingkungan kementerian ini untuk memastikan setiap program prioritas berjalan sesuai target dan memberikan hasil yang konkret.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza memimpin dan mengawal serangkaian diskusi tersebut dalam rangka pelaksanaan Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Prioritas Penyelesaian Permasalahan Industri dalam Transformasi Ekonomi Nasional.

“Saya melakukan serangkaian diskusi bersama seluruh sektor di lingkungan Kementerian Perindustrian, karena transformasi industri tidak cukup hanya dengan rencana, yang dibutuhkan adalah eksekusi yang terukur, cepat dan berdampak nyata,” ujarnya di Kemenperin, Jakarta.

Menurut Wamenperin Riza, instruksi Menteri Perindustrian ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi industri nasional, sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor industri dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Dari hasil evaluasi dan pembahasan yang dilakukan, sejumlah agenda percepatan menjadi fokus utama. Mulai dari penguatan traceability sawit dan hilirisasi agro dan perluasan program pengembangan vendor IKM berbasis BUMN,” jelasnya.

Selain itu, kata Wamenperin Riza, pemetaan impor komponen otomotif dan pengembangan industri semikonduktor hingga pembangunan war room digital kawasan industri, serta penguatan regulasi pendukung sektor strategis.

“Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri melalui sertifikasi pelatihan bertaraf internasional dan percepatan layanan, serta pengawasan SNI Wajib juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing industri nasional,” tuturnya.

Wamenperin Riza mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran yang telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan berbagai program prioritas.

Namun, dia menegaskan bahwa keberhasilan Instruksi Menteri Perindustrian ini tidak diukur dari banyaknya program yang direncanakan, melainkan dari hasil yang benar – benar dirasakan oleh industri dan masyarakat.

“Tahun 2026, harus menjadi momentum percepatan transformasi ekonomi nasional melalui industri yang lebih kuat, lebih kompetitif dan semakin mampu menciptakan nilai tambah bagi Indonesia,” ungkap Wamenperin Riza.

Baca Juga:  BNPB Perkuat Penanganan Banjir di Provinsi Jakarta

Menurutnya, setiap langkah yang dilakukan harus menghasilkan output yang konkret, terukur dan berdampak nyata bagi kemajuan industri nasional.

Sebelumnya, kebijakan dan program prioritas tahun 2026 disampaikan Menteri Perindustrian menekankan bahwa sektor industri tetap menjadi penggerak utama perekonomian nasional dan diarahkan untuk semakin berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan.

Kemenperin menyiapkan program prioritas yang mencakup penguatan industri kecil dan menengah, penciptaan wirausaha baru, percepatan hilirisasi sumber daya alam, restrukturisasi mesin dan teknologi, serta penguatan vokasi untuk membangun SDM industri yang kompeten.

Selain itu, Kemenperin juga mengedepankan pengembangan industri halal, peningkatan pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan percepatan pembangunan kawasan industri di berbagai wilayah.

Implementasi industri hijau menjadi salah satu fokus utama dengan mendorong efisiensi energi, penerapan teknologi bersih dan prinsip keberlanjutan dalam proses produksi. I

 

Kirim Komentar