Keberhasilan transformasi industri hijau Indonesia sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat antara kebijakan yang konsisten dan terukur, kesiapan sektor industri, serta dukungan pembiayaan inovatif dari sektor keuangan.
Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap menjadi mitra strategis dalam mempercepat transformasi industri nasional menuju ekonomi yang berkelanjutan, berdaya saing dan rendah karbon.
“Saya menghadiri acara Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 yang menjadi platform strategis bagi regulator, perbankan, pelaku industri dan mitra pembangunan internasional untuk bersinergi memperkuat ekosistem pembiayaan transisi menuju ekonomi rendah karbon,” jelasnya.
Maka dari itu, dia menambahkan, semua pihak memperkuat industri hijau guna mewujudkan ekonomi berkelanjutan.
“Saya menegaskan bahwa industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 19,07% terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB, yang setara Rp1.179,62 triliun pada Triwulan I/2026,” kata Wamenperin Riza.
Dia menjelaskan bahwa kinerja sektor ini juga ditopang oleh pertumbuhan sebesar 5,14% dan kontribusi signifikan terhadap ekspor dan investasi nasional yang masing – masing mencapai 83,61% dan 36,49%.
“Dalam mendorong transformasi menuju Industri Hijau, Kementerian Perindustrian terus menjalankan tiga program prioritas,” tegasnya.
Ketiga program tersebut adalah percepatan dekarbonisasi industri yang telah melampaui target Enhanced NDC 2030 pada subsektor semen dan amonia dengan capaian penurunan emisi sebesar 7,2 juta ton CO2e.
Kemudian, lanjut Wamenperin Riza, akselerasi ekonomi sirkular dengan target rasio penggunaan material sirkular sebesar 15% pada tahun 2029 di sektor prioritas, seperti elektronik, tekstil dan kendaraan listrik.
“Selanjutnya adalah perluasan akses pembiayaan hijau melalui pengembangan sustainable financing platform guna menjembatani kebutuhan investasi dekarbonisasi yang diperkirakan mencapai US$306 miliar hingga tahun 2060,” tuturnya.
Saat ini, Wamenperin Riza menegaskan bahwa industri hijau menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional dan keberhasilan transformasi industri hijau Indonesia sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat antara kebijakan yang konsisten dan terukur, kesiapan sektor industri, serta dukungan pembiayaan inovatif dari sektor keuangan.
“Kementerian Perindustrian siap menjadi mitra strategis dalam mempercepat transformasi industri nasional menuju ekonomi yang berkelanjutan, berdaya saing dan rendah karbon,” ungkapnya. I






