Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan secara intensif dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana, Jakarta pada Senin (6/7).
Usai pertemuan tertutup selama tiga jam lebih itu, Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia dan Singapura akan menyelesaikan berbagai persoalan sebagai sahabat, terutama ketika ada kesalahpahaman.
“Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham atau salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat dan terbuka,” jelas Prabowo dalam joint statement bersama PM Singapura di Istana, Jakarta.
Dia menuturkan bahwa Indonesia dan Singapura sudah menjadi mitra dekat, mengingat mereka memiliki kepentingan bersama, terlebih Indonesia, serta Singapura berada di kawasan yang sama.
“Jadi, stabilitas dan kemakmuran menjadi kepentingan kita bersama dan kita paham dan mengerti bahwa kemakmuran tidak akan pernah datang tanpa perdamaian dan stabilitas,” ungkap Presiden Prabowo.
Menurutnya, perdamaian dan stabilitas adalah suatu upaya yang terus menerus harus dilakukan tanpa istirahat, apalagi stabilitas dan perdamaian bukan sesuatu yang akan datang dengan sendirinya.
Kepala Negara menegaskan, Indonesia dan Singapura sepakat bahwa kepentingan harus sama – sama dijaga dan saya memastikan Indonesia, serta Singapura akan terus melakukan kerja sama untuk menguntungkan kedua belah pihak.
“Sebagaimana tadi disaksikan, pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata, capaian konkret di berbagai bidang. 18 kesepakatan kerja sama antar pemerintah dan delapan kesepakatan antara business to business. Capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita,” jelas Prabowo. I






