Bapanas Perkuat Kios Pangan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat pengembangan Kios Pangan sebagai salah satu instrumen strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat.

Melalui perluasan jaringan distribusi yang lebih dekat dengan konsumen, Kios Pangan diharapkan mampu memotong rantai pasok, memperluas akses masyarakat terhadap pangan pokok dan membantu mengendalikan gejolak harga di tingkat konsumen.

Hingga akhir tahun 2025, jumlah Kios Pangan telah mencapai 1.737 unit yang tersebar di 34 provinsi.

Pada tahun 2026, pengembangannya terus diperluas untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pangan yang aman, berkualitas dan terjangkau.

Perkembangan tersebut menunjukkan Kios Pangan semakin efektif sebagai kanal distribusi pangan yang mendukung pengendalian inflasi pangan di berbagai daerah.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menegaskan, Kios Pangan merupakan salah satu terobosan pemerintah bersama para pemangku kepentingan pangan dalam menghadirkan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

“Pemerintah bersama pelaku usaha pangan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang wajar. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik akibat isu-isu di media sosial terkait kenaikan harga pangan,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Kios Pangan menjadi salah satu upaya nyata untuk memperpendek rantai distribusi, sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Implementasi program tersebut salah satunya terlihat di Kelurahan Cipayung, Kota Depok.

Kios Pangan di wilayah tersebut menyediakan berbagai komoditas pangan strategis, seperti beras, minyak goreng, gula konsumsi, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, aneka sayuran, dan komoditas pangan lainnya dengan harga di bawah harga pasar atau sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga:  Bapanas Ajak Daerah Perkuat Kewaspadaan dan Stabilitas Pangan Jelang Lebaran

Kehadiran Kios Pangan memberikan alternatif belanja yang lebih terjangkau, sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Kios Pangan juga terlihat pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cilodong pada 8 Juli dan Kecamatan Madang pada 9 Juli 2026.

Seluruh stok komoditas yang dibawa Kios Pangan Cipayung habis terjual selama kegiatan berlangsung.

Berbagai komoditas yang dipasarkan, mulai dari minyak goreng, beras, gula konsumsi, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi hingga sayuran ludes dibeli masyarakat.

Total transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp30 juta. Tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan bahwa Kios Pangan semakin dipercaya sebagai sumber pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Sebelumnya, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman seringkali mendorong seluruh stakeholder untuk turut menjaga stabilitas harga pangan, karena kondisi ketersediaan pangan nasional hingga saat ini masih dalam kondisi baik.

“Yang nomor satu adalah stabilisasi pasokan dan harga. Jadi, sekarang ini beras kita aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang aman, telur, daging, ini semua aman. Sekarang (tinggal) bagaimana menjaga harga stabilisasi harga,” tuturnya.

Bapanas menilai penguatan Kios Pangan merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Ke depan, pengembangan Kios Pangan akan terus diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN pangan, pelaku usaha, koperasi, dan berbagai elemen masyarakat agar manfaatnya semakin luas dan merata di seluruh Indonesia. I

 

 

Kirim Komentar