Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) menggandeng Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) untuk memperluas keterlibatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi dengan Sekretaris Daerah Provinsi DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti, yang mewakili Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi di Yogyakarta.
Menurut Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi, penyelenggaraan haji dan umrah harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari aspek pelayanan ibadah, tetapi juga melalui penguatan ekosistem ekonomi yang melibatkan pelaku usaha nasional.
“Kami ingin ekosistem ekonomi haji dan umrah benar-benar memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Potensi yang sangat besar ini harus menjadi peluang bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dan menembus pasar internasional,” ujarnya.
Jaenal menjelaskan, peluang tersebut terbuka melalui pemenuhan berbagai kebutuhan jemaah di Arab Saudi, mulai dari bumbu masakan bercita rasa nusantara, makanan siap saji (ready to eat), perlengkapan hotel, seperti sandal, sabun dan shampo, hingga kain untuk seragam batik jemaah.
“Potensi ini tidak dapat diwujudkan sendiri oleh pemerintah pusat. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi dan masyarakat agar produk Indonesia mampu menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah,” jelasnya.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan Pemprov DIY untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar produk – produk unggulan daerah dapat berpartisipasi dalam rantai pasok haji dan umrah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono menjelaskan bahwa DIY memiliki sekitar 340.000 UMKM, yang sebagian besar bergerak di sektor mikro.
Berbagai produk unggulan, seperti gudeg kaleng, aneka sambal, wedang uwuh, batik dan produk kriya dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
“Kami juga telah memiliki platform SiBakul Jogja yang menghimpun produk-produk UMKM hasil kurasi. Kami berharap platform ini dapat terintegrasi dengan platform nasional Oleh – Oleh Haji, sehingga produk UMKM DIY semakin mudah menjangkau pasar haji dan umrah,” ujar Agus.
Selain pengembangan UMKM, audiensi juga membahas peluang pembukaan kembali rute penerbangan langsung Yogyakarta – Arab Saudi.
Rute tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan ibadah haji dan umrah, tetapi juga mendukung distribusi logistik, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan asal Arab Saudi ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal PE2HU mengundang Pemprov DIY beserta pelaku usaha dan UMKM untuk mengikuti Business Matching dan Expo Internasional yang akan diselenggarakan pada 2 – 3 Agustus 2026 di Jakarta.
Kegiatan tersebut akan mempertemukan UMKM Indonesia dengan importir, penyedia layanan katering dan pelaku usaha Arab Saudi guna membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas. I






