Sinergikan Program di Rakor Perpustakaan Sumbar 2026

Perpustakaan sudah lama tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku yang sunyi. Kini perpustakaan berubah menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Pesan inilah yang jadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perpustakaan Provinsi Sumatra Barat Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Padang.

Mewakili Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Asisten Administrasi Umum Medi Iswandi menekankan, pentingnya memperkuat budaya gemar membaca di tengah derasnya transformasi digital.

Lewat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), masyarakat diajak menjadikan perpustakaan sebagai tempat bertukar ilmu, melatih keterampilan hingga membuka peluang meningkatkan ekonomi.

“Gubernur mengimbau seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi, mengakselerasi inovasi digital, mengoptimalkan perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta terus meningkatkan status akreditasi perpustakaan,” kata Medi.

Dia juga mengingatkan para kepala perangkat daerah yang mengurus perpustakaan agar tidak lengah soal akreditasi.

Akreditasi bukan sekadar formalitas, lanjutnya, melainkan indikator kualitas layanan, baik dari sisi administrasi, operasional maupun pelayanan publik secara keseluruhan.

Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz, dalam keynote speech yang berjudul Strategi dan Kebijakan Perpusnas RI dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca, IPLM dan TKM di Indonesia, mengapresiasi rekam jejak literasi tokoh – tokoh asal Sumatra Barat yang memang kuat.

Meski Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sumbar tahun 2025 berada di atas rata-rata nasional (54,8 – kategori rendah), dia mengingatkan agar daerah tidak cepat puas.

“Pertanyaannya sekarang, apakah urusan literasi sudah jadi program bersama yang dikerjakan secara bersama – sama? Urusan literasi adalah pekerjaan bersama yang dikerjakan bersama, maka harus jadi tanggung jawab bersama. Ini kata kuncinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar Jumadi menjelaskan bahwa rakor digelar untuk menyamakan visi perpustakaan se-Sumbar, sekaligus memperkuat sinergi dengan Perpusnas.

Baca Juga:  Basarnas Perpanjang Operasi SAR Longsor Cisarua Bandung Barat

“Forum ini juga menjadi ajang evaluasi capaian program literasi di daerah,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi dialog bersama Pustakawan Madya Perpusnas.

Dalam dialog itu dibahas sinkronisasi perencanaan serta penyelarasan program, kegiatan, dan anggaran antara pemerintah pusat dan daerah.

Kegiatan dihadiri jajaran Dinas Perpustakaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, serta para pegiat literasi dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatra Barat.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi dialog dan tanya jawab seputar strategi penguatan literasi di Sumbar. I

 

Kirim Komentar