Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Selasa (15/9) hingga Rabu (16/9).
Kejadian bencana yang dilaporkan dalam periode tersebut didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dua peristiwa karhutla terjadi di wilayah Sulawesi. Karhutla berlangsung di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa (15/9).
Lokasi api berada di Desa Rangas, Kecamatan Banggae. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene melaporkan lahan seluas 3 hektare terdampak karhutla.
Menyikapi kondisi tersebut, upaya pemadaman masih berlangsung pada hari yang sama. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Selasa (15/9), pukul 12.20 Wita.
Selain itu, Karhutla terjadi di tiga kelurahan yang berada di dua kecamatan, yaitu Kelurahan Temmassarangnge dan Macinnae di Kecamatan Paleteang, serta Kelurahan Salo di Kecamatan Watang Sawitto.
Peristiwa ini mengakibatkan satu petugas meninggal dunia saat melakukan pemadaman.
BPBD Kabupaten Pinrang masih melakukan asesmen terhadap luas wilayah terdampak. Api berhasil dipadamkan pada Selasa (15/9).
Beralih ke wilayah Jawa, karhutla terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kejadian ini berlangsung pada Selasa (15/9), pukul 10.00 WIB.
Karhutla menyasar lahan Perhutani petak 114 C yang berada di Dusun Ngrandu, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan.
Luas lahan yang terbakar mencapai 3 hektare. Petugas gabungan yang dipimpin BPBD berhasil memadamkan api pada hari yang sama.
Selain memantau penanganan karhutla di tiga wilayah tersebut, BNPB terus mendukung upaya pemadaman di berbagai wilayah, khususnya enam provinsi prioritas. BNPB juga memantau kondisi kekeringan yang dialami sejumlah wilayah.
Berdasarkan prediksi tingkat kemudahan terbakar lapisan atas permukaan tanah hingga 17 September 2026, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, sebagian Sumatra, Kalimantan dan wilayah Timur Indonesia berada pada kategori sangat mudah hingga mudah terbakar.
Sementara itu, prediksi curah hujan menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori menengah hingga rendah.
BNPB mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan.
Pengendalian dan penanganan karhutla dapat berjalan optimal dengan langkah pencegahan dini.
Masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan sekitar, sehingga dampak asap dapat diminimalkan sedini mungkin.
Menghadapi kekeringan, masyarakat diharapkan bijak dalam pemanfaatan sumber air.
Warga dapat mendaur ulang dan memanfaatkan kembali air yang masih layak digunakan, serta tidak mengandung bahan kimia keras, sekaligus memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan esensial. I







