Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Jumat (25/9) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (26/9) pukul 07.00 WIB.
Adapun kejadian bencana yang tercatat meliputi kebakaran hutan dan lahan, kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kekeringan, cuaca ekstrem, angin kencang, dan banjir.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah. Pertama, kebakaran terjadi di Desa Lembang Poton, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan sejak Kamis (24/9).
Kebakaran dipicu kondisi cuaca panas dan kering disertai angin kencang. Tercatat seluas 496,4 hektare terdampak kejadian ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja bersama tim gabungan mengerahkan 1 unit mobil pemadam beserta perlengkapan jet shooter untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Selanjutnya, kebakaran terjadi di kawasan Bukit Mendoh, Desa Mendoh, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (24/9).
BPBD Kabupaten Semarang menggunakan 1 unit mobil pemadam dan melaporkan api membakar sekitar 29 hektare lahan.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib. Berdasarkan laporan per Jumat (25/9), api berhasil dipadamkan.
Masih di Provinsi Jawa Tengah, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Grobogan, tepatnya di Desa Katong, Kecamatan Toroh, pada Jumat (25/9).
Tercatat sekitar 1,5 hektare lahan terbakar. BPBD Kabupaten Grobogan bersama tim gabungan menggunakan 1 unit mobil tangki untuk melakukan pemadaman darat.
Pada hari yang sama api berhasil dipadamkan dan terpantau situasi aman terkendali.
Sementara itu, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kebakaran lahan terjadi di Desa Sepat, Kecamatan Masaran pada Jumat (25/9).
Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian menjalar membakar area rerumputan dan bambu seluas sekitar 3 hektare.
TRC BPBD Kabupaten Sragen dan tim gabungan melakukan pemadaman darat dan api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kebakaran terjadi di Kelurahan Kinali, Kecamatan Kawangkoan dan Kelurahan Kiniar, Kecamatan Tondano Timur pada Kamis (24/9).
Peristiwa ini diduga sementara akibat aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat setempat hingga menyebabkan sekitar 2,8 hektare terbakar.
BPBD Kabupaten Minahasa Utara mengerahkan 2 unit mobil pemadam dan pada Jumat (25/9) api berhasil dipadamkan.
Masih di wilayah Pulau Sulawesi, kebakaran terjadi di Desa Tilung, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Jumat (25/9).
Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar dan menghanguskan sekitar 1 hektare lahan.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Selanjutnya, di Kota Bitung, Sulawesi Utara, kebakaran terjadi di kawasan Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Jumat (25/9).
Area terdampak diperkirakan sekitar 4.600 hektare dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Penanganan melibatkan Manggala Agni, BPBD dan BKSDA. Perambatan api diperkirakan mulai kondusif.
Kebakaran lahan juga terjadi di Desa Aik Kelik, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (25/9).
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. BPBD Kabupaten Belitung Timur melakukan pemadaman darat menggunakan pompa gendong. Pada hari yang sama, api berhasil dipadamkan.
Selain karhutla, kebakaran terjadi di TPA Sumompo, Kelurahan Sumompo, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Kebakaran terjadi pada Kamis (24/9) dan penyebabnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Tidak terdapat korban jiwa akibat peristiwa ini. Area terdampak diperkirakan sekitar 3 hektare dan masih dalam proses pendataan.
BPBD Kota Manado berkoordinasi dan melakukan pemadaman bersama Polda Sulawesi Utara menggunakan water cannon.
Sementara itu, peristiwa kekeringan dilaporkan terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung, akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Kondisi tersebut berdampak pada 138 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Gadingrejo, khususnya Desa Panjerejo dan Desa Parerejo.
BPBD Kabupaten Pringsewu telah menyalurkan bantuan air bersih dan hingga Jumat (25/9) sebanyak 18.000 liter air telah didistribusikan.
Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, akibat musim kemarau yang menyebabkan debit sumber air bersih menurun dan tidak mencukupi kebutuhan harian masyarakat.
Kondisi ini telah berlangsung sejak 25 Juni 2026 dan berdampak pada sekitar 10.764 KK di sejumlah wilayah.
BPBD Kabupaten Pemalang melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Berdasarkan laporan per Jumat (25/9), tim gabungan telah menyalurkan 150.000 liter air untuk warga terdampak.
Adapun peristiwa cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang pada Kamis (24/9) berdampak pada lima KK di Desa Penggalangan dan Desa Palok di Kecamatan Blangkejeren, serta Desa Pintu Rime dan Desa Pertik di Kecamatan Pining.
Sebanyak tiga rumah mengalami rusak sedang dan dua rumah rusak ringan. BPBD Kabupaten Gayo Lues melakukan koordinasi, penanganan serta menyalurkan bantuan darurat berupa beras, terpal dan tikar.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Dusun Nelayan, Desa Setalik, Kecamatan Sejangkung pada Kamis (24/9).
Tercatat 20 KK terdampak peristiwa ini. BPBD Kabupaten Sambas melaporkan sebanyak empat unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak ringan, masing – masing satu unit posyandu rusak berat, polindes dan gedung serba guna mengalami kerusakan ringan.
BPBD bersama unsur terkait melakukan penanganan dan hingga Jumat (25/9) proses pembersihan material masih berlangsung.
Adapun kejadian banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh pada Kamis (24/9).
Hujan berintensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang menyebabkan debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga meningkat. Kondisi tersebut memicu tanggul jebol di Sungai Lawe Kisam.
Banjir merendam permukiman dan lahan pertanian di Desa Peseluk Pesimb dan Desa Lembah Alas di Kecamatan Deleng Pokhisen dan Desa Kuning I di Kecamatan Bambel.
Sekitar 124 KK atau 479 jiwa terdampak peristiwa ini. Selain itu, tercatat 124 rumah, satu tanggul, satu jembatan dan satu ruas jalan nasional turut terdampak.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara melakukan pendataan dan mengerahkan alat berat untuk menutup tanggul yang jebol. Berdasarkan pemantauan pada Jumat (25/9), kondisi banjir berangsur surut.
Selain itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama periode kemarau, serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, angin kencang dan banjir dengan memperhatikan informasi, serta peringatan dini dari pemerintah dan pihak berwenang. I







