Pemkot Yogya Upayakan Kerja Sama UMKM – Hotel dan Restoran

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya melakukan sinergi dan kolaborasi antara Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan berbagai usaha yang sudah kuat, terutama untuk membantu memasarkan produk – produk UMKM Kota Yogyakarta.

Seperti Kemantren Danurejan yang mengadakan Danurejan Expo 2026 untuk mempromosi produk UMKM dan potensi lainnya, termasuk melakukan profiling atau pemetaan UMKM dan peluang penjajakan kerja sama dengan beberapa usaha di Danurejan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi atas penyelenggaraan Danurejan Expo 2026 yang juga memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta di wilayah. Kegiatan itu wujud dari Otentik Konkret slogan HUT Kota Yogyakarta tahun ini, yakni Kemantren Danurejan sudah melakukan upaya otentik konkret dengan menampilkan UMKM dan mempertemukan dengan usaha sekitar yang sudah besar untuk peluang penjajakan kerja sama.

“Kami Pemkot Yogyakarta mengupayakan UMKM, baik yang sudah dilakukan profiling maupun belum, bisa dikerjasamakan dengan hotel, resto atau kafe di daerah Danurejan dan sekitarnya. Jadi, ada sinergi kolaborasi dan konsep gandeng gendong diantara usaha yang sudah kuat menggandeng atau menggendong UMKM di Danurejan,” katanya saat Danurejan Expo di Jalan Tegalpanggung.

Menurutnya, UMKM – UMKM yang ditampilkan dalam Danurejan Expo 2026 sudah bagus.

Wawan juga membeli produk – produk UMKM terutama kuliner yang dijual dalam kegiatan tersebut.

Dia menegaskan pentingnya melakukan profiling atau pendataan dan pemetaan potensi UMKM untuk pembinaan dan peluang penjajakan kerja sama dengan usaha yang lebih besar.

Wawan menilai Danurejan Expo itu bisa menjadi role model terkait dengan UMKM bisa disinergikan dengan perusahaan – perusahaan besar dan saling menguntungkan.

“Dipilah antara UMKM yang belum profiling dan sudah profiling.Bagi yang belum harapannya bisa meningkatkan kapasitas, kualitas dan packaging. Saya sangat berharap sekali pameran ini tidak berhenti sampai di sini, tapi cara kita sinergi kolaborasikan UMKM yang ada bisa dipasarkan ke perusahaan yang sudah cukup besar sehingga terjalin suatu kerja sama yang baik,” jelasnya.

Baca Juga:  Kementerian UMKM Dukung Kemandirian Ekonomi Disabilitas

Sekda Pemkot Yogyakarta Budi Santosa Asrori saat pembukaan Danurejan Expo 2026 berharap kegiatan itu juga menjadi ajang untuk  melakukan profiling atau pendataan dan pemetaan produk UMKM.

Profiling UMKM juga harus menghasilkan tindak lanjut, termasuk memetakan UMKM yang siap naik kelas, kendalanya dan pendampingan yang dibutuhkan.

Budi menjelaskan, pihaknya juga berharap perbankan, dunia usaha dan perangkat daerah yang hadir ikut membuka akses untuk membantu UMKM.

“Saya ingin setelah Danurejan Expo selesai, ada UMKM yang pasarnya bertambah, produk yang naik kelas, jejaring usaha yang terbentuk dan potensi kampung yang semakin dikenal. Itulah ukuran keberhasilan yang konkret dan yang menjadi potensi unggulan tentunya adalah yang khas dan unik dari Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Danurejan Bambang Endro Wibowo menambahkan, Danurejan Expo 2026 sebagai ruang promosi dan interaksi antara pelaku UMKM, pemerintah, dunia usaha, komunitas, seniman, dan masyarakat.

Melalui kegiatan itu diharapkan produk unggulan UMKM di Kemantren Danurejan semakin dikenal masyarakat dan memperoleh peluang kerjasama dengan berbagai pihak seperti hotel, restoran, serta kafe menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wilayah, kesenian, kebudayaan dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Danurejan Expo 2026 diikuti oleh 60 orang pelaku UMKM, pelaku kesenian dan kebudayaan di Kemantren Danurejan. I

Kirim Komentar