Pemko Padang Boyong Usulan PSU Huntap Korban Bencana ke Kementerian PKP

Wali Kota (Wako) Padang Fadly Amran melakukan audiensi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP, Jakarta.

Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tri Hadiyanto, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, serta Kepala Dinas Pertanahan Raf Indria.

Audiensi tersebut digelar untuk membahas pemenuhan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi November 2025, sekaligus membahas penataan kawasan di sekitar PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menyiapkan lahan seluas 12 hektare untuk menopang pembangunan hunian layak bagi warga terdampak.

Namun, penyelesaian PSU di kawasan Huntap Balai Gadang masih membutuhkan dukungan pusat dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar pada tahun 2027.

Dalam kesempatan itu, Wako Fadly menambahkan bahwa progres dan kolaborasi pembangunan yang telah berjalan di lapangan.

“Kami menyiapkan dua lokasi pembangunan Huntap untuk membangun rumah bagi korban bencana, yaitu di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, dan Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Pembangunan dilakukan oleh Kementerian PKP, Buddha Tzu Chi, dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin),” ungkapnya.

Dia berharap Menteri PKP dapat memfasilitasi kelanjutan pembangunan infrastruktur tersebut, karena penyelesaian Huntap tidak hanya soal pembangunan rumah, tetapi juga cara masyarakat dapat tinggal dengan layak dan memperoleh kesejahteraan setelah menempati hunian baru.

Menanggapi pemaparan tersebut, Menteri Maruarar mendorong jajaran pemerintah daerah untuk memperluas skema pendanaan pembangunan.

Dia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya bergantung pada APBD maupun APBN.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Siapkan Bankeupemdes Rp1,7 Triliun

“Kepala daerah harus mampu mencari berbagai peluang pembiayaan kreatif, termasuk melalui kolaborasi dengan BUMN, sektor swasta dan sumber pendanaan lainnya. Jadi, pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Maruarar. I

 

 

 

 

 

Kirim Komentar