Artisan Indonesia Tembus Pasar Global

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza membuka Pameran dan Business Matching Specialty Indonesia 2026 di Jakarta, yang dihadiri para duta besar negara sahabat.

Selain itu, hadir juga para pemangku kepentingan (stakeholders) yang memiliki komitmen bersama dalam mendorong pengembangan industri kakao dan produk artisan Indonesia yang berdaya saing, serta berkelanjutan.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Specialty Indonesia 2026 mengusung tema Celebrating Indonesia’s Finest Creation.

“Ajang ini bukan sekadar pameran, tetapi menjadi etalase karya terbaik anak bangsa yang lahir dari kekayaan sumber daya alam, kreativitas pelaku industri, keterampilan artisan dan inovasi produk Indonesia,” kata Wamenperin Riza.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk mengambil peluang tersebut, mulai dari kakao yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen olahan kakao terbesar dunia.

“Selain itu, kopi dengan nilai ekspor kopi olahan mencapai US$692 juta pada tahun 2025, teh, produk hortikultura dengan nilai ekspor US$544,8 juta, olahan susu hingga industri hasil tembakau dengan produk cerutu premium berbasis tembakau Deli dan Besuki Na-Oogst yang telah dikenal di pasar internasional,” jelas Wamenperin Riza.

Melihat banyak produk Indonesia yang masuk pasar global, lanjutnya, maka dari itu business matching menjadi bagian penting untuk mempertemukan pelaku usaha Specialty Indonesia dengan pengguna produk, mulai dari hotel, restoran, ritel hingga mitra bisnis internasional.

“Saya berharap Specialty Indonesia 2026 dapat menjadi momentum untuk memperlyas jejaring, membuka pasar baru, memperkuat brand image produk Indonesia, sekaligus meningkatkan nilai tambqh komoditas unggulan dalam negeri,” tuturnya.

Wamenperin Riza juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai, menggunakan dan membeli produk industri dalam negeri.

“Dari kekayaan alam Indonesia, kita hadirkan produk berkualitas yang mampu bersaing dan semakin diperhitungkan di pasar global,” ungkapnya.

Menurut Wamenperin Riza, untuk membawa produk Indonesia mendunia, tidak hanya butuh produk yang berkualitas, tetapi membutuhkan kolaborasi, inovasi, nilai tambah dan keberanian untuk naik kelas. I

 

Kirim Komentar