Bantuan Gempa NTT Terus Diperkuat hingga Pos Pendukung Logistik Nasional Distribusikan 198 Ton

Pos Pendukung Logistik Nasional yang berlokasi di Halim Perdanakusuma terus menerima bantuan untuk penanganan bencana gempa bumi Magnitudo (M)7,7 Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Rabu (19/8), donasi seberat 646 ton mengalir untuk didistribusikan ke wilayah terdampak.

Pada Rabu (19/8), tercatat sebanyak 4 ton bantuan masuk ke gudang. Bantuan tersebut berasal dari lima donatur dan menjadi bagian dari persediaan logistik untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT.

Total bantuan yang siap disalurkan secara bertahap mencapai 394 ton. Bantuan tersebut berupa pangan dan non-pangan, seperti paket sembako, makanan siap saji, mi instan, obat – oabtan, matras, selimut, tenda, velbed, hygiene kit hingga alat penjernih air.

Pada 19 Agustus 2026, Pos Pendukung Logistik Nasional kembali mendistribusikan bantuan melalui pesawat angkut milik TNI AU. Lima sorti penerbangan dengan pesawat TNI AU mengangkut total bantuan seberat 63 ton.

Lima sorti pengiriman bantuan meliputi rute Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dengan pesawat Airbus A-4001 yang membawa bantuan seberat 20 ton. Pada rute yang sama pesawat lain mengangkut bantuan seberat 11 ton.

Pendistribusian bantuan melalui angkutan udara dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Maumere dengan tiga pesawat berbeda. Bantuan yang dibawa masing – masing seberat 10 ton, 10 ton dan 12 ton.

Bantuan yang diangkut melalui armada TNI AU tersebut meliputi sembako, mi instan, makanan siap saji, minyak sawit, alat penjernih air dan perlengkapan lainnya.

Selain dari berbagai pihak, bantuan bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) didistribusikan menuju Flores dengan total 9 sorti.

Tonase bantuan pangan dan non-pangan yang diangkut seberat 135 ton. Distribusi tersebut diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 7 sorti dan Halim Perdanakusuma sebanyak 2 sorti, dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere.

Jenis bantuan dari DSP ini berupa non-pangan, di antaranya tenda, velbed, matras, kasur lipat, selimut, pakaian, toilet portable, genset dan hygiene kit, sedangkan bantuan pangan, BNPB menyalurkan makanan siap saji, paket sembako dan obat – obatan.

Dengan demikian, total bantuan yang didistribusikan pada Rabu (19/8) melalui penerbangan TNI AU dan bantuan bersumber DSP BNPB mencapai 198 ton melalui 14 sorti penerbangan.

Secara kumulatif, sejak 15 – 19 Agustus 2026, total bantuan yang terdistribusi menggunakan pesawat TNI AU mencapai 251.317 kilogram atau sekitar 251 ton melalui 19 sorti penerbangan, dengan tujuan Labuan Bajo sebanyak 10 sorti dan Maumere sebanyak 9 sorti.

Sementara itu, bantuan yang bersumber dari DSP BNPB dan didistribusikan menggunakan pesawat kargo komersial sejak 17 hingga 19 Agustus 2026 telah mencapai 345.000 kilogram atau 345 ton melalui 23 sorti.

Distribusi tersebut terdiri atas 17 sorti menuju Labuan Bajo dan 6 sorti menuju Maumere.

Guna memastikan kesinambungan dukungan logistik, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma juga telah menyiapkan rencana distribusi pada Kamis (20/8).

Tiga pesawat TNI AU direncanakan untuk mengangkut bantuan, terdiri atas 1 unit Airbus A-4001 tujuan Labuan Bajo dengan kapasitas 22 ton dan 2 unit Boeing tujuan Maumere dengan kapasitas masing – masing 10 ton.

Secara keseluruhan, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma terus memastikan proses penerimaan, pengelolaan, pengangkutan hingga distribusi bantuan berjalan cepat dan terkoordinasi.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat gempa bumi di Provinsi NTT. I

 

 

 

Kirim Komentar