Bapanas Dukung Peternak Mandiri Melalui Serapan Program Pemerintah

Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara kolaboratif akan menggencarkan serapan produk unggas melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy menuturkan, pihaknya juga akan mengusulkan kembali program bantuan pangan berupa telur ayam dan daging ayam karkas.

Adapun jenis program bantuan pangan pernah dilaksanakan pada tahun 2023 dan 2024. Ini diutarakannya saat menerima audiensi Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) di Jakarta.

“Jadi, yang harus kita selesaikan agar harga ayam di tingkat produsen, harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan harga daging ayam di tingkat konsumen. Saat ini, bedanya relatif jauh. Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam,” katanya.

Pada tahun 2027, dia menambahkan, sudah diusulkan dan tahun 2026 mungkin kalau dari Komisi IV DPR menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini.

Mengamini rencana program tersebut, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono yang turut hadir dalam audiensi, menjelaskan, adanya implikasi positif terhadap pelaksanaan bantuan pangan terdahulu.

“Jadi, memang pernah yang kita lakukan dulu dengan bantuan pangan stunting. Itu dulu dengan 1,4 juta keluarga penerima atau sekitar 14.000 ton per bulan, itu sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kala itu Bapanas menugaskan ID FOOD melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyalurkan bantuan pangan pengentasan stunting kepada 1,4 juta keluarga berupa 1 kilogram (kg) daging ayam dan 10 butir telur ayam dengan jangka waktu alokasi bantuan untuk tiga bulan.

Dalam pelaksanaan bantuan pangan tersebut pemerintah telah berkolaborasi dengan banyak peternak rakyat mandiri kecil, mikro, dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Baca Juga:  Bapanas Pastikan Stok Beras Awal Tahun 2026 Aman dan Harga Terkendali

Pada tahun 2024 tercatat telah terlaksana kemitraaan dengan total sampai 8.778 peternak yang terdiri dari 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.

Selain program bantuan pangan, menurut Maino, Bapanas juga akan mendorong penyerapan produk unggas melalui pelaksanaan GPM setiap minggunya.

Meskipun tingkat serapan GPM tidak begitu besar, tapi dengan implementasi secara rutin dapat pula memberikan dampak positif.

“Artinya pola – pola yang dilakukan meski kecil – kecil, misalnya pasar murah, kita bersama seluruh dinas pangan Indonesia aktif melakukannya, termasuk Bogor, itu hampir tiap minggu ada,” ujarnya.

Kabupaten Bogor itu setahun ada 500 kali GPM di seluruh kecamatan dan nanti didorong supaya bisa mengangkat harga peternak sedikit demi sedikit.

Selanjutnya, terkait penyerapan melalui program MBG, Bapanas juga mendorong pelaksanaan komitmen penyerapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung dari peternak unggas dapat berlaku secara nasional.

Dengan begitu, saat MBG mulai aktif sepenuhnya kembali usai libur sekolah di pertengahan Juli mendatang dapat berpengaruh terhadap peternak.

“Kita sudah simulasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sudah komitmen dari BGN langsung. Semoga ke depan bisa nasional. Tidak hanya Jawa Tengah, Jawa Timur. Begitu nanti SPPG jalan di Juli, serap dengan harga mendekati Harga Acuan Pembelian. Kalau seluruh SPPG se-Indonesia, pasti keangkat itu, karena total jumlah peternak mandiri 10%,” jelas Maino.

Sementara itu, Ketua Umum Permindo Kusnan menyatakan sepakat bahwa peternak unggas harus dapat naik kelas dengan tidak hanya menyediakan live bird atau ayam hidup saja.

Untuk itu, dia menaruh harapan agar integrasi serapan peternak rakyat mandiri terhadap program pemerintah dapat berjalan, termasuk mendukung rencana pengguliran kembali bantuan pangan telur ayam dan daging ayam di tahun ini.

Baca Juga:  Bapanas Dorong Penggunaan Bibit Padi Unggul untuk Swasembada Pangan

“Memang peternaknya harus naik kelas jadi tidak hanya live bird saja. Harapannya ini harus terintegrasi oleh program pemerintah yang saat ini sedang direncanakan pemerintah juga. Kondisi saat ini yang perlu diselamatkan adalah peternak yang kondisinya saat sedang tertekan dan untuk berlanjut agak berat,” tutur Kusnan.

Sebagai informasi, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan telah mengajukan usulan tambahan anggaran untuk tahun 2027 dan memperoleh dukungan dari Komisi IV DPR, yang disampaikan dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat, belum lama ini.

Total kebutuhan anggaran sebesar Rp17,8 triliun, salah satunya termasuk untuk pelaksanaan program bantuan pangan yang membutuhkan pasokan daging ayam sebanyak 5,780 ton dan telur ayam sebanyak 8,670 ton, sedangkan sasaran penerima program sebanyak 1,45 juta. I

 

 

Kirim Komentar