Badan Karantina Indonesia (Barantin) meminta pelayanan karantina dipercepat tanpa mengurangi ketelitian pemeriksaan terhadap komoditas yang dilalulintaskan, guna melindungi sumber daya hayati untuk mendorong perekonomian daerah.
“Proses pelayanan karantina harus bisa lebih cepat, tetapi tetap sesuai prosedur. Kecepatan pelayanan tidak boleh mengurangi ketelitian dalam pemeriksaan dan fungsi pelindungan karantina,” kata Kepala Badan Karantina Indonesia (Kabarantin) Abdul Kadir Karding di Pangkalpinang.
Dia menjelaskan, kecepatan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Namun, lanjutnya, percepatan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi karantina dalam melindungi sumber daya hayati.
“Kita terus mendorong penguatan alur kerja, profesionalisme sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi untuk memangkas proses pelayanan yang dapat dibuat lebih efisien,” ujarnya.
Selain itu, Karding menambahkan, digitalisasi juga didorong untuk membangun pelayanan karantina yang semakin terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.
Bandara Depati Amir di Pulau Bangka menjadi salah satu titik strategis lalu lintas komoditas di Bangka Belitung.
“Tingginya mobilitas melalui jalur udara membutuhkan pelayanan yang cepat, sekaligus pengawasan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan,” tuturnya.
Kepala Balai Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti menegaskan, pihaknya siap menindaklanjuti arahan Kepala Barantin, termasuk melalui penguatan layanan digital terintegrasi.
Salah satunya dilakukan melalui E-Monev Sipukat Babel sebagai instrumen untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
“Kami siap meningkatkan kualitas pelayanan agar prosesnya semakin cepat dan efektif, tetapi tetap memastikan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai prosedur. Pelindungan sumber daya hayati tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan karantina,” jelasnya.
Dia menuturkan, penguatan pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari semangat menuju Quarantine 149, dengan mendorong transformasi layanan yang lebih cepat, tepat, profesional dan terintegrasi.
“Karantina Babel tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha, termasuk UMKM yang melalulintaskan komoditas dari dan menuju Bangka Belitung,” ungkapnya. I
