Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kembali mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (22/4).
Kegiatan tersebut untuk melihat progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Tropis Senyar, yang terjadi pada akhir November 2025.
Lokasi yang didatangi pertama adalah huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru.
Setibanya di lokasi, Kepala BNPB disambut hangat oleh warga, termasuk anak-anak, dalam suasana akrab.
Dia berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi.
Selanjutnya, Suharyanto meninjau kondisi unit huntara secara menyeluruh dan meminta pengembang segera menyelesaikan sejumlah kekurangan dengan target selesai dalam lima hari ke depan, agar hunian dapat segera ditempati.
Menurutnya, huntara tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak yang sebelumnya tinggal di rumah sewa yang rusak akibat banjir.
Mengingat tidak memiliki rumah dengan status kepemilikan, kelompok ini tidak memperoleh Dana Tunggu Hunian (DTH).
Menyikapi hal tersebut, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengambil inisiatif menyediakan huntara sebagai solusi sementara.
Kepala BNPB menegaskan, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap mendapatkan tempat tinggal yang layak, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Di sini masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau kemana. DTH tidak dapat, karena mereka sewa dan tidak punya rumah, sehingga BNPB mengambil langkah inisiatif membangun huntara untuk mereka,” jelasnya.
Menurut Suharyanto, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat terdampak, khususnya bagi kelompok rentan yang tidak memiliki rumah sendiri.
“Ini salah satu trobosan bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah bisa memecahkan masalah, terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan sebelumnya tidak punya rumah atau sewa,” katanya.
Selain melihat perkembangan pembangunan huntara, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga dan bingkisan untuk anak – anak guna membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak. Di lokasi tersebut, Suharyanto kembali berdialog dengan warga untuk mendengar aspirasi, sekaligus memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Interaksi langsung dengan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam evaluasi kebijakan dan upaya peningkatan layanan pemerintah dalam penanganan pascabencana.
Pemerintah melalui BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak hingga proses pemulihan berjalan optimal.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. I
