BNPB Perkuat Penanganan Banjir di Provinsi Jakarta

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan banjir di wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Upaya ini dilakukan melalui pemantauan langsung Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana, untuk memastikan ketersediaan dan kesiapan logistik serta peralatan bagi warga terdampak.

Dalam kegiatan tersebut, Deputi Andi didampingi oleh Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta untuk melakukan koordinasi operasional dan pengecekan kebutuhan warga.

Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian data dengan kondisi lapangan dan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Kegiatan pemantauan dilaksanakan di Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Di Lapangan PT United Traktor, Deputi Andi Eviana meninjau penanganan delapan kepala keluarga (14 jiwa), termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan kesiapan logistik.

Selain itu, Deputi juga memastikan kondisi pengungsian, ketersediaan logistik dan kesiapan peralatan pendukung bagi warga terdampak, serta petugas di lokasi.

Seiring kegiatan pemantauan, BNPB menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik pengungsian dan permukiman terdampak.

Pada Lapangan PT United Traktor, 35 kepala keluarga (130 jiwa) menerima 35 paket bantuan logistik.

Di RT 15 RW 04, 48 kepala keluarga (152 jiwa) menerima 48 paket bantuan melalui koordinasi dengan aparat setempat. Total paket yang disalurkan mencapai 83 paket.

Selain itu, BNPB juga menyalurkan tambahan 50 paket sembako untuk warga RT 12 RW 04 yang diserahkan melalui Ketua RW setempat.

Usai pemantauan dan penyaluran bantuan, Deputi Andi Eviana mengikuti rapat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko Halim Perdanakusuma untuk memperkuat koordinasi lintas bidang dalam pengendalian curah hujan dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.

BNPB sebelumnya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 12 – 17 Januari 2026 di Posko Halim Perdanakusuma.

Baca Juga:  KASUS OMICRON DKI JAKARTA TERUS BERTAMBAH

Selama periode tersebut, dilakukan 20 sorti penerbangan menggunakan 15.000 kg Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kg Kalsium Oksida (CaO).

BPBD Provinsi Jakarta juga melaksanakan OMC menggunakan pesawat Casa TNI AU sejak 16 – 22 Januari 2026, dengan penerbangan operasional hingga pukul 17.00 WIB setiap hari, sebagai bagian dari sinergi lintas instansi.

Berdasarkan prakiraan cuaca, Jawa bagian barat pada 16–23 Januari 2026 umumnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang.

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi pada 20 – 21 Januari 2026 di Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat.

Hujan sedang hingga lebat juga mungkin terjadi secara bervariasi di Provinsi Banten, Provinsi Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.

Menindaklanjuti rekomendasi BMKG, BNPB akan kembali melaksanakan OMC pada 20 – 24 Januari 2026.

Saat ini, pesawat Grand Caravan PK-JVH menjalani preventive inspection pada 18 – 19 Januari 2026 dan akan kembali dioperasikan sesuai jadwal untuk mendukung kegiatan OMC. I

Kirim Komentar