BPKH dan Bank Muamalat Kolaborasi Digitalisasi Layanan Haji dan Umrah

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. berkolaborasi dalam meluncurkan Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan penggunaan cash atau tunai, selain untuk kemudahan dan kenyamanan jamaah, inisiatif ini sekaligus mendukung digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah di tanah suci.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon haji dan umrah, tapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” kata Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono di Jakarta.

Menurutnya, akses pendaftaran haji kini semakin mudah dan beragam melalui mobile banking Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat dan jaringan PT Pos Indonesia di seluruh tanah air.

Muamalat DIN, dia menambahkan, juga turut menghadirkan fitur Bank Haji untuk pendaftaran dan pelunasan biaya haji serta cek Riwayat Pendaftaran dan nilai Manfaat Haji.

Imam menambahkan bahwa Muamalat dan BPKH telah sepakat untuk terus melanjutkan pelaksanaan joint event yang meliputi program nasional dan internasional terkait sosialisasi, diseminasi maupun program penghimpunan dan kemaslahatan.

BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.

Selain itu, lanjutynya, BPKH dan Bank Muamalat terus memperkuat sinergi bisnis melalui sejumlah kerja sama strategis.

Menurut Imam, sinergi ini menjadi upaya bersama saling mendukung, apalagi haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang dapat memberikan efek berganda ke berbagai sektor ekonomi dan sosial di tanah air.

“Kami ingin setiap layanan, produk dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Dengan kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen dimanapun,” tuturnya.

Baca Juga:  Uji Petik Kelaiklautan Kapal di Pelabuhan Ternate Jelang Angkutan Libur Sekolah 2026

Imam menegaskan, selain kerja sama tersebut, Bank Muamalat bersama BPKH juga membangun kolaborasi dan melakukan evaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat yang bertajuk Synergy Roadshow 2026 di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan pada Juli hingga Agustus 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan forum bersama para pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang ini bertujuan untuk menyampaikan strategi, prioritas bisnis dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat dalam rangka peningkatan kemampuan tim.

“Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing – masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak,” katanya.

Imam menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Bank Muamalat menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun Small Medium Enterprise (SME), yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.

Produk unggulan consumer, seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan SME mencatat kenaikan yang solid.

Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah pun meningkat tajam 274% yoy.

Pionir bank syariah di Indonesia ini juga terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor SME.

Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME nilainya mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam. I

Baca Juga:  Kementan Buka Layanan Deposit Semen Beku Perkuat Produksi Ternak

 

 

Kirim Komentar