Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus mendorong masyarakat meningkatkan kemampuan digital sebagai langkah menghadapi perkembangan zaman dan dunia kerja yang bergerak semakin cepat.
Kepala Disnaker Kota Bandung Yayan A. Brillyana menilai, kota yang mampu beradaptasi dan mengadopsi teknologi akan berkembang lebih pesat.
Sebaliknya, dia menambahkan, daerah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi akan semakin sulit bersaing.
“Perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Karena itu kemampuan digital menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Pemerintah harus hadir dan mendukung siapa pun agar memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya di sela pelatihan Digital Marketing untuk penyandang disabilitas di Kantor Disnaker Kota Bandung.
Menurut Yayan, saat ini hampir seluruh aktivitas masyarakat dan dunia usaha telah terhubung dengan teknologi digital.
Mulai dari pemasaran produk, layanan jasa hingga pengembangan usaha kecil dapat dilakukan melalui berbagai platform digital.
Dia mencontohkan, kemampuan seseorang dalam bekerja atau berusaha perlu diimbangi dengan pemahaman pemasaran digital agar produk dan jasa yang ditawarkan dapat dikenal lebih luas.
“Seseorang bisa memiliki kemampuan yang bagus, misalnya jasa cukur rambut atau produk usaha lainnya, tetapi jika tidak memahami cara pemasaran digital, masyarakat luas tidak akan mengetahuinya,” tuturnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan masyarakat dengan pelatihan, dunia usaha hingga akses permodalan.
“Ini langkah awal. Tidak hanya mengajarkan kemampuan digital, tetapi juga bagaimana usaha bisa berkembang, mendapat dukungan modal dan dipasarkan secara lebih luas,” ungkapnya.
Selain pelatihan digital, Disnaker Kota Bandung juga membuka berbagai pelatihan keterampilan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan sebagai upaya menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif.
Sementara itu, Officer Penempatan Tenaga Kerja dan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Agustini Pamungkas mengapresiasi komitmen Disnaker Kota Bandung dalam menghadirkan program berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
Dia menilai, pelatihan tersebut bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi keluarga.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemkot Bandung terhadap teman – teman disabilitas. Program ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya, berusaha, dan bersaing,” jelasnya.
Menurut Agustini, dunia digital saat ini membuka peluang usaha yang sangat luas, termasuk bagi masyarakat yang ingin menjalankan usaha dari rumah melalui media sosial dan pemasaran digital.
“Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, yang terpenting bukan hanya teori, tetapi bagaimana peserta juga dibangun rasa percaya dirinya agar siap berkembang dan sukses,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemkot Kota Bandung berharap semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha dan mewujudkan kemandirian ekonomi di Bandung. I






