Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Nusantara Food & Hotel Expo 2026 sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri kuliner, makanan dan minuman, serta hospitality untuk memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia.
Dia mengatakan apresiasi kepada Debindo Global Expo atas komitmennya menghadirkan pameran yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman, perhotelan, hospitality, pariwisata, serta berbagai sektor pendukung.
“Saya sangat senang Nusantara Food & Hotel Expo dapat terlaksana. Kegiatan ini memperlihatkan hasil kolaborasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata,” ujar Wamenpar pada pembukaan Nusantara Food & Hotel Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan.
Menurutnya, sinergi yang terbangun melalui pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif dalam menghadapi dinamika pasar global.
Wamenpar menambahkan, kinerja pariwisata Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) selama Januari hingga Mei 2026 tumbuh dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Secara kumulatif, sepanjang Januari – Mei 2026, Indonesia mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisman.
Angka tersebut tumbuh 7,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan untuk perjalanan wisnus sepanjang Januari – Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86% dibandingkan periode Januari – Mei 2025 yang sebesar 508,67 juta perjalanan.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik, BPS telah merilis data bahwa jumlah kunjungan wisman dan perjalanan wisnus periode Januari hingga Mei 2026 terus tumbuh positif. Ini menunjukkan pariwisata Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia maupun wisatawan dalam negeri,” jelas Wamenpar.
Menurutnya, sektor kuliner memiliki posisi strategis dalam pengembangan pariwisata karena tidak hanya menjadi bagian dari pengalaman wisatawan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan program yang mampu meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional.
“Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kita tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya.
Nusantara Food & Hotel Expo 2026 berlangsung selama empat hari pada 9 – 12 Juli 2026 di Hall 3 ICE BSD City, Tangerang Selatan.
Pameran industri makanan, minuman dan hospitality tersebut mempertemukan berbagai jenama dan pelaku industri profesional dengan pelaku usaha untuk mengeksplorasi inovasi serta memperluas jejaring bisnis.
Pameran menghadirkan 12 kategori industri makanan dan perhotelan, meliputi Meat & Poultry, Milk & Dairy, Seafood & Cold Chain, Frozen & Processed Food, Coffee & Tea, Food Ingredients & Seasoning, Bakery & Pastry, Natural & Organic Products, Beverages, Hospitality & Supplies, HORECA Equipment, serta Hospitality Technology & Operations.
Wamenpar berharap Nusantara Food & Hotel Expo tidak berhenti sebagai ruang pertemuan antarpelaku usaha atau Business-to-Business (B2B), tetapi mampu melahirkan inovasi dan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas hingga ke rantai pasok industri.
“Saya berharap Nusantara Food & Hotel Expo bukan hanya menjadi ajang pertemuan B2B, tetapi juga melahirkan inovasi dan kolaborasi yang luar biasa, serta memberikan manfaat hingga ke rantai pasok. Mari terus memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan gastronomi nusantara sebagai identitas bangsa, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tuturnya.
Turut hadir pula Direktur PT Debindo Global Expo Rafidi Iqra Muhamad, President Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia Rafael Triloko Basanto, Sekretaris Jenderal Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Gusti Laksamana, Ketua Umum PPJI Minerva Taran, dan President Indonesia Pastry Bakery Society (IPBSI) Louis Tanuhadi. I






