Global Vocational Sinergy 2026 Perkuat Kerja Sama Antarperguruan Tinggi Vokasi

Perkuat kerja sama antarperguruan tinggi vokasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menyelenggarakan Global Vocational Sinergy 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPSDMP Suharto di Kampus Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (4/6/2026).

Global Vocational Sinergy 2026 yang diselenggarakan di Poltekpel Surabaya ini, terdiri dari tiga kegiatan besar, yaitu Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) ke-III, International Conference on Maritime Innovation and Technology, dan Transportation Education Expo 2026.

“Tema global vocational sinergi ini kami pandang pandang penting, karena ini mencerminkan semangat kita untuk bersama sama memperkuat sinergi terkait dengan pendidikan vokasi, sekaligus dalam rangka untuk memperluas jaringan kerja sama baik dengan tingkatan nasional maupun internasional dalam rangka menyiapkan SDM yang siap menjawab tantangan masa global,” ujarnya.

Dia  menambahkan, saat ini banyak perubahan besar terjadi di dunia, mulai dari perubahan iklim, krisis energi, transformasi teknologi yang begitu cepat, digitalisasi, tuntutan akan energi yang lebih efektif dan efisien, dan cara menciptakan transportasi yang berkelanjutan, dalam rangka mengelola transportasi yang lebih baik lagi.

Mengingat transportasi kedepannya tidak lagi hanya dipandang sebagai sarana perpindahan manusia dan barang, lanjutnya, tapi bagaimana bisa menjadi suatu perekat dan pemersatu, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tataran global.

“Selain itu, saat ini kita merasakan terkait perubahan iklim, dengan adanya suatu program, yaitu net zero energy, ini menjadi tantangan bersama cara kita harus membangun sektor transportasi dengan melakukan percepatan dalam rangka penggunaan energi yang lebih efisien, bagaimana kita mendorong untuk menggunakan kendaraan listrik, sekaligus melakukan diversifikasi terhadap penggunaan bahan bakar. Ini semua semata mata untuk kita dapat menciptakan transportasi yang lebih efektif dan efisien menuju transportasi yang lebih bermanfaat bagi kita semua,” tuturnya.

Baca Juga:  Menhub Sampaikan Duka Cita Mendalam kepada Keluarga Almarhum Putu Satria Ananta Rustika

Namun, Suharto mengungkapkan bahwa seluruh transformasi tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan SDM yang unggul, kompeten, adaptif dan memiliki wawasan global.

Hal ini yang menjadi tanggung jawab Kemenhub melalui Badan Pengembangan SDM Perhubungan yang memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa transformasi sektor transportasi didukung oleh SDM yang berkualitas.

“Oleh karena itu, pendidikan vokasi merupakan pondasi utama untuk menghasilkan lulusan terdidik, terampil, lebih teruji, memiliki karakter, loyalitas, dedikasi yang tinggi untuk bisa menciptakan insan insan transportasi yang memiliki karakter yang kuat, disiplin dan kemampuan untuk menjalin komunikasi, serta membentuk calon kepemimpinan masa depan, sehingga kegiatan The Global Vocational Sinergy ini menjadi sangat relevan,” katanya.

Pasalnya, Suharto menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, seminar dan pameran pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan gagasan, inovasi, jejaring kerja sama, serta penguatan kapasitas generasi muda vokasi Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPSDMP juga memberikan apresiasi kepada para mitra internasional, khususnya Autoridade Portuária de Timor-Leste atau APORTIL dan Fundo de Desenvolvimento do Capital Humano atau FDCH Timor Leste, yang telah menjalin kerja sama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya.

Kerja sama ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan vokasi transportasi memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang melalui kolaborasi regional dan internasional.

“Ke depan, kita perlu terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, pemerintah daerah, mitra internasional, dan masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut harus diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan link and match, pengembangan riset terapan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan modernisasi sarana prasarana,” jelasnya.

Kepala BPSDMP berharap, kegiatan Global Vocational Synergy 2026 dapat menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, memperluas wawasan dan melahirkan gagasan, serta kerja sama yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan vokasi dan sektor transportasi Indonesia.

Baca Juga:  SANTRI HARUS MAMPU AMBIL SISI POSITIF DARI DUNIA EKONOMI KREATIF DIGITAL

Senada dengan hal tersebut di atas, Direktur Poltekpel Surabaya Moejiono mengungkapkan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung Asta Cita ke-4 pembangunan SDM unggul dan menghadapi era globalisasi, serta perkembangan Iptek di bidang industri yang semakin maju.

Jadi, lanjutnya, penguasaan bahasa Inggris, penguatan Sains Teknologi, Enginering dan Matematika (STEM), serta penguatan jejaring di segala bidang menjadi penting bagi mahasiswa/siswi Politeknik seluruh Indonesia.

Global Vocational Sinergy 2026 ini diselenggarakan selama dua hari pada 3 – 4 Juni 2026, diikuti sebanyak 658 taruna/mahasiswa dari 69 Politeknik pada kegiatan Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) ke-III, ada 86 peserta dan 66 paper pada International Conference on Maritime Innovation and Technology, serta 25 kampus transportasi pada kegiatan Transportation Education Expo.

Global Vocational Sinergy 2025 menjadi wadah pengembangan kompetensi akademik, soft skills, inovasi dan promosi pendidikan vokasi kepada masyarakat luas serta memperkuat kolaborasi nasional maupun internasional,” ungkap Moejiono.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam mendukung pengembangan SDM transportasi yang unggul dan berdaya saing global. I

Kirim Komentar