Gubernur Jakarta Pramono Anung bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jakarta di Ruang Serbaguna Lantai 2 Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jalan Abdul Muis Nomor 66, Jakarta Pusat pada Jumat (13/3).
Dalam kesempatan tersebut, gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta optimistis target pendapatan daerah pada tahun 2026 dapat tercapai meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari wali kota, camat hingga lurah yang terus mendukung upaya optimalisasi pendapatan daerah.
“Pada tahun – tahun yang tidak mudah seperti 2025. Alhamdulillah, pendapatan Provinsi Jakarta dibandingkan dengan provinsi lain relatif masih jauh lebih baik. Ini menunjukkan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah yang terus berupaya menjaga penerimaan daerah tetap stabil,” ujarnya.
Gubernur Pramono juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak mengendurkan kinerja pada 2026.
Dia menyebutkan, kondisi geopolitik global dan potensi krisis energi dapat berdampak terhadap perekonomian nasional maupun daerah.
Oleh karena itu, Pramono menambahkan, Pemprov Jakarta harus terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah.
“Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka peluang skema pembiayaan kreatif atau creative financing. Pada tahun 2026, kondisi geopolitik global memang tidak sedang baik – baik saja,” tuturnya.
Menurut Gubernur, cepat atau lambat, persoalan energi dan konflik global akan memengaruhi berbagai negara, sehingga harus tetap bekerja keras agar target pendapatan daerah Jakarta tetap tercapai.
Di ranah fasilitas publik, Gubernur Pramono mengatakan, Pemprov Jakarta mulai membangun sejumlah fasilitas tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan.
Di sisi lain, perekonomian Jakarta masih menunjukkan tren positif, yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berada di atas rata – rata nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun lalu mencapai 5,21%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11%. Selain itu, kontribusi Jakarta terhadap PDB nasional juga mencapai sekitar 16,61%,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menambahkan, pendapatan daerah, khususnya pajak daerah, merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan Jakarta.
Oleh karena itu, dia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah terus menjaga kinerja pemungutan pajak secara optimal.
“Kita harus memastikan bahwa program-program yang berkaitan dengan kebutuhan utama masyarakat tetap terjaga. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menjaga penerimaan daerah sekaligus memastikan pembangunan kota berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jakarta Lusiana Herawati menegaskan, seluruh jajaran pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung penerimaan daerah.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan pajak daerah tidak hanya bergantung pada Bapenda, tetapi juga dukungan dari berbagai perangkat daerah di tingkat wilayah.
“Mungkin ada yang bertanya mengapa seluruh lurah, camat, dan wali kota kami kumpulkan dalam kesempatan ini, karena dalam pemungutan pajak daerah, Bapenda tidak bekerja sendiri, melainkan didukung penuh oleh berbagai perangkat daerah lainnya,” ujar Lusiana. I
Kirim Komentar
