Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menawarkan peningkatan investasi dan peluang investasi baru di wilayah provinsi ini, saat bertemu dengan para pengusaha asal India.
Tawaran tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty di Semarang, Jawa Tengah.
Dubes India datang bersama sejumlah pengusaha asal India yang sudah memulai investasi di Indonesia.
Investasi India di Jateng, Gubernur Luthfi menambahkan, menempati urutan ke-17 dengan total realisasi investasi senilai Rp646,52 miliar.
Realisasi investasi itu terdiri dari beberapa sektor seperti industri tekstil sekitar 62%, hotel dan restoran 16%, perdagangan dan reparasi sekitar 12%, industri kayu 4%, serta industri dan sektor lainnya.
Pada kesempatan itu, dia menawarkan kepada para pengusaha India untuk melakukan investasi di berbagai sektor, di antaranya di bidang ekonomi hijau, tenaga medis, serta industri garmen yang bersifat padat karya.
Menurut Gubernur Luthfi, investasi baru tersebut sangat diharapkan dapat terlaksana sehingga pertumbuhan ekonomi di Jateng terus meningkat.
Tercatat, pertumbuhan ekonomi Jateng pada tahun 2025 sebesar 5,37%, diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39%.
“Itu semua berkat investasi yang datang dari luar negeri, salah satunya India dan investasi dalam negeri. Jawa Tengah adalah provinsi yang ramah untuk berinvestasi,” katanya.
Sementara itu, Dubes India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty mengatakan, pemerintah India dan para pengusaha asal India sangat tertarik berinvestasi di Jateng.
Dia menilai daya tariknya adalah adanya kesamaan antara India dan Indonesia, khususnya Jateng yang memiliki jumlah penduduk yang sama-sama besar.
“Saya mengapresiasi terkait iklim investasi di Jateng yang stabil, termasuk dalam hal sosial dan ekonomi. Perusahaan kami sangat bahagia di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri,” ungkapnya.
Dia menambahkan, sekitar Agustus 2026 nanti ada groundbreaking (peletakan batu pertama) salah satu perusahaan dari India di Jateng, dengan nilai investasi mencapai sekitar US$30 juta.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, nilai realisasi investasi Jateng pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun.
Terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.
Dari nilai investasi itu, terdapat sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang. I


