Gubernur Banten Andra Soni mengajak semua pihak berkomitmen untuk melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun Ajaran 2026 – 2027.
SPMB yang mencerminkan prinsip keadilan sosial, tanpa diskriminasi, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.
“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, termasuk dalam proses penerimaan peserta didik baru,” tegas Andra pada Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027 di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang.
Melalui penandatanganan komitmen bersama itu, dia berharap seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk berhenti melakukan praktik titip – menitip siswa baru, pungutan liar, manipulasi data ataupun penyalahgunaan wewenang.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Andra menambahkan, soal tingginya minat masyarakat untuk mendaftar ke SMA dan SMK Negeri, sedangkan daya tampung sekolah negeri memiliki keterbatasan.
“Untuk memperluas akses pendidikan dan meringankan beban masyarakat, Pemerintah Provinsi Banten terus menggulirkan Program Sekolah Gratis, termasuk perluasan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta,” tuturnya.
Menurut Andra, kehadiran sekolah swasta sangat membantu, apalagi pada tahun ajaran 2025 – 2026 bisa melaksanakan Program Sekolah Gratis yang ada di berbagai daerah di kabupaten dan kota.
“Ini bukan bantuan sosial. Ini upaya kita untuk membantu keluarga bangkit dari kemiskinan,” ungkapnya.
Pada tahun ajaran 2025 – 2026, sekolah swasta yang menjadi mitra Program Sekolah Gratis mencapai 801 sekolah.
Cakupannya adalah 60.705 siswa SMA dan SMK swasta, serta Sekolah Khusus (SKh) swasta.
“Pada tahun ajaran 2026 – 2027 akan diperluas ke Madrasah Aliyah swasta dengan kuota sepuluh ribu siswa untuk semua jenjang,” kata Andra.
Dalam kesempatan itu, anggota Ombudsman Fikri Yasin memberikan apresiasi atas program Sekolah Gratis Pemprov Banten.
Melalui terobosan tersebut, tidak ada alasan lagi bagi siswa di Banten untuk tidak melanjutkan sekolah. “Ombudsman datang untuk bersama – sama mendukung program Gubernur Banten.”
Seperti diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin, penandatangan Komitmen Bersama SPMB Ramah bertujuan agar pelaksanaan SPMB berjalan transparan, objektif, akuntabel dan berkeadilan.
Sampai dengan saat ini, jumlah siswa yang mendaftar pada SPMB tahun ajaran 2026 – 2027 sudah mencapai 100.000 peserta.
“Besok (Kamis, 4 Juni 2026) hari terakhir Pra SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, yang daftar kurang lebih sudah 100 ribu lebih. Daya tampung SMA negeri kurang lebih 48.003 siswa. Sedangkan daya tampung SMK negeri kurang lebih 34.699 siswa. Total daya tampung se-Provinsi Banten 82.703 dari 272 sekolah,” kata Jamaluddin.
Mengenai siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, para siswa dapat mendaftar ke sekolah swasta mitra Program Sekolah Gratis, terlebih pada tahun ajaran 2026-2027, program Sekolah Gratis diperluas ke Madrasah Aliyah swasta. “Kuotanya 10.000 siswa untuk semua jenjang.”
Sebagai informasi, Penandatangan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026 – 2027 diikuti oleh Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Lebak Hasbi Asyidiqi Jayabaya, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau yang mewakili, Ombudsman, kepala perangkat daerah, organisasi profesi, serta lembaga swadaya masyarakat.
Usai penandatanganan, para peserta mengikuti penyuluhan antikorupsi oleh Ketua Forum Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (Forpak API) Provinsi Banten Ratu Safitri Muhayati. Penyuluhan juga diikuti oleh para kepala sekolah SMA, SMK Negeri se-Provinsi Banten yang turut hadir dalam Penandatangan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027. I
