Harga Kebutuhan Pokok Pascabencana Stabil Jelang Idulfitri

Pemerintah memastikan, harga kebutuhan pokok di wilayah terdampak pascabencana relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau lebaran 2026.

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, pemerintah juga sekaligus cek ketersediaan pasokan pangan di wilayah terdampak bencana di Kota Tebing Tinggi ini selama bulan suci Ramadan.

“Ternyata semuanya sudah berjalan normal, sudah ramai sekali pasarnya. Tadi pengunjungnya kita lihat sendiri,” katanya didampingi Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya usai meninjau pasar tradisional dan modern di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, Jumat (27/2/2026).

Tidak hanya di tingkat pedagang pengecer pasar tradisional maupun modern, tetapi juga tingkat distributor di kawasan yang sama Kota Tebing Tinggi.

Berbagai komoditas, seperti sayur – mayur, cabai merah, bawang merah, ayam potong, daging sapi, telur ayam, beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya.

Di antaranya, harga ayam potong Rp35.500/kilogram, telur ayam Rp27.000/kilogram, daging sapi Rp130.000/kilogram, bawang merah, dan bawang putih Rp35.000/kilogram.

“Pasar Gambir di Tebing Tinggi ini merupakan salah satu pasar terdampak bencana akhir November 2025,” jelas Mendag.

Dia menjelaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kota ingin memastikan aktivitas ekonomi kembali berjalan dengan normal.

Budi menambahkan, harga sejumlah kebutuhan pokok relatif stabil dan tidak melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain meninjau harga kebutuhan pokok, Mendag memborong dagangan para pedagang di Pasar Gambir Tebing Tinggi.

Dia membeli sayur, ayam, telur, beras, dan minyak goreng untuk kemudian dibagikan kepada warga Tebing Tinggi.

Warga di sekitar lokasi antusias menerima bantuan tersebut secara gratis.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tebing Tinggi dan Pemprov Sumut yang telah menjaga kestabilan harga dan ketersediaan stok pangan di Ramadhan dan Idul Fitri. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan harga,” tutur Mendag. I

Kirim Komentar