Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan lembaga terkait membahas posisi dan peluang Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global.
Lembaga terkait di antaranya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ERIA School of Government, serta METI Jepang.
“Saya bersama perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, ERIA School of Government, serta METI Jepang melakukan kunjungan kerja ke PT Sumco Indonesia,” kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza.
Kunjungan tersebut, dia menambahkan, bertujuan untuk mendiskusikan posisi dan peluang Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global, sekaligus meninjau secara langsung fasilitas produksi wafer silikon sebagai salah satu komponen strategis dalam industri semikonduktor.
“Melalui peninjauan fasilias produksi kami memperoleh pemahaman komprehensif mengenai tahapan kritis proses manufaktur wafer silikon,” jelas Wamenperin Riza.
Menurutnya, salah satu proses utama yang diamati adalah polishing, yang berfungsi menghaslkan permukaan wafer dengan tingkat kerataan dan kehalusasn sangat tinggi hingga mencapai standar mirror-like surface.
Selain itu, kata Wamenperin Riza, juga menunjau proses lanjutan, seperti Observation Stage (OBS) atau tahap pengamatan/monitoring dan Low Temperature Oxide (LTO), yang berperan penting dalam menjaga kualitas, konsistensi dan keandalan wafer sebagai bahan baku industri semikondsuktor berteknologi tinggi.
“Diskusi yang berlangsung menegaskan bahwa Inodnesia memiliki potensi besar untuk bepreran lebih aktif dalam rantai pasok semikonduktor global,” tegasnya.
Wamenperin Riza menuturkan bahwa potensi tersebut didukung oleh ketersediaan sumber daya mineral, posisi geografis yang strategis dalam ekosistem manufaktur regional dan pertumbuhan industri elektronik nasional yang terus menunjukkan tren positif.
Namun, Kemenperin juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi dan dikelola secara komprehensif, antara lain ketergantungan terhadap bahan baku impor, kebutuhan pasokan energi dan air yang stabil, serta berkelanjutan, biaya logistik yang kompetitif, keterbatasan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) teknis yang kompeten.
“Saya meyakini bahwa melalui penguatan ekosistem industri secara menyeluruh mulai dari konsistensi kebijakan, duukungan investasi, pengembangan SDM hingga peningkatan kolaborasi internasional,” ungkap Wamenperin Riza.
Indonesia, lanjutnya, dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan mengambil peran yang semakin signifikan dalam rantai pasok semikonduktor global.
Sebelumnya, Wamenperin Riza menegaskan, sektor semikonduktor memiliki dampak ekonomi yang sangat luas dan potensi keuntungan yang signifikan, bahkan menurut Prof. Wakabayashi, keuntungan dari industri ini dapat mencapai hingga seribu kali lipat dibandingkan sektor – sektor lainnya.
“Peluang besar di Indonesia untuk pengembangan sektor semikonduktor, bahkan kebutuhan tidak hanya di dalam negeri, bahkan juga untuk pasar global, sehingga peliang pembiayaan diusahakan pemerintah dengan lembaga perbankan,” ujarnya. I
