Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pertemuan bilateral dengan Pemerintah Timor Leste melalui Kementerian Perdagangan dan Industri untuk memperkuat kemitraan antarkedua negara.
Maka dari itu, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menerima kunjungan Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan dan Industri Timor-Leste Augusto Junior Trindade di Jakarta, baru – baru ini.
Menurut Wamenperin Riza, pertemuan ini membahas peluang investasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya lokal, serta penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Peningkatan kualitas produk, standardisasi dan sertifikasi menjadi kunci untuk memperkuat daya saing, serta membuka akses pasar yang lebih luas di antara kedua negara,” jelasnya.
Indonesia dan Timor Leste, Wamenperin Riza menambahkan, berpeluang mempercepat pertumbuhan industri melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman dan pengembangan kerja sama konkrit.
“Kolaborasi diperkuat, nilai tambah ditingkatkan, daya saing industri kedua negara juga didorong untuk semakin kuat,” ungkapnya.
Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang dan pemasok utama bagi Timor Leste, yakni mencakup sekitar 50% dari total impor Timor Leste.
Pada periode Januari – Agustus 2026, total perdagangan kedua negara mencapai US$273,86 juta.
Bahkan, Indonesia banyak mengekspor produk hasil industri dan olahan ke Timor Leste, seperti semen portland, alumina, minyak kelapa sawit olahan, pasta, serta kendaraan dan sepeda motor.
Belum lama ini, Pemerintah Indonesia dan Timor Leste menandatangani Bilateral Investment Treaty (BIT) di Jakarta, yang menandai realisasi komitmen kedua negara yang diinisiasi dalam pertemuan bilateral pada tahun 2023 dan dilanjutkan melalui serangkaian perundingan sejak November 2024 hingga penyelesaian legal scrubbing pada Agustus 2025.
BIT ini menjadi landasan hukum bagi kedua negara untuk mendorong promosi, fasilitasi dan pelindungan investasi.
Melalui perjanjian ini, Indonesia dan Timor-Leste membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan.
BIT diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, mendorong arus modal dan teknologi, serta menciptakan peluang usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di kedua negara. I
