Indonesia Mulai Susun Ekosistem Teknologi Kuantum

Indonesia perlu bergerak dari sektor pengguna teknologi kuantum menmjadi bagian dari rantai pasok global melalui penguatan industri, Sumber Daya Manusia (SDM) dan kolaborasi dengan Jepang.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, Quantum Computing bukan sekadar komputer baru, tetapi dibaliknya lahir ekosistem manufaktur yang luas, mulai dari material berkemurnian tinggi, komponen elektronika dan microwave, advanced packaging, sistem kriogenik dan vakum hingga fotonik, serta laser.

Oleh karena itu, dia menambahkan, Indonesia perlu cermat menentukan bagian dari rantai pasok yang dapat dikuasai, kemudian memperkuatnya melalui peta jalan industri, fasilitas bersama, kolaborasi global dan SDM yang unggul.

“Dari sisi Kementerian Perindustrian, saya mendorong Indonesia – Jepang Quantum Industrial Cooperation Initiative bersama dengan ERIA, membangun kapabilitas bersama, lalu memperluas solusi yang terbukti bermanfaat bagi industri,” ungkap Wamenperin Riza dalam pertemuan ERIAAIST Executive Roundtable on Quantum Computing di Jakarta.

Pertemuan Wamenperin Riza ini bersama dengan Horibe Masahiro dari G-QuAT AIST Jepang, dan ERIA, kementerian/lembaga terkait, serta kalangan akademisi.

ERIA – AIST merujuk pada hubungan kerja sama strategis antara dua lembaga riset besar, yaitu Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan National Institute of Advanced Industrial Science and Technology dari Jepang (AIST).

Lembaga ERIA adalah lembaga penelitian ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur, yang berbasis di Jakarta dengan fokus utamanya adalah melakukan penelitian ekonomi, integrasi regional, serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi negara – negara ASEAN dan Asia Timur.

Sementara itu, AIST atau Institut Nasional Sains dan Teknologi Industri Tingkat Lanjut adalah salah satu lembaga riset publik terbesar di Jepang yang berfokus pada pengembangan teknologi industri, sains, inovasi hijau, serta menjembatani hasil riset akademis ke sektor pasar komersial.

Baca Juga:  Pegadaian Rilis Aplikasi Tring!

“Tujuan kita adalah bukan sekedar mengumumkan bahwa Indonesia memiliki komputer kuantum. Saya berharap ke depan sebagian material diproses di Indonesia, komponennya diproduksi perusahaan Inodnesia dan sistemnya dirancang oleh insinyur Indonesia,” tutur Wamenperin Riza.

Dia menegaskan bahwa forum ERIAAIST Executive Roundtable on Quantum Computing ini membahas bagaimana teknologi kuantum, yang kini mulai bergerak dari laboratorium menuju aplikasi nyata dan dapat memberi nilai tambah bagi industri nasional. I

Kirim Komentar