Pemerintah berharap sektor industri perikanan nasional dapat bersama – sama menyelesaikan berbagai permasalahan yang di antaranya mengenai kapasitas produksi dan pemasaran ekspor.
Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, hilirisasi, modernisasi dan integrasi hulu – hilir menjadi kunci agar produk perikanan Indonesia semakin bernilai tambah, membuka lapangan kerja, serta menguatkan daya saing di pasar dunia.
“Saya melihat langsung geliat industri pengolahan hasil laut berdaya saing global di PT Bumi Menara Internusa (BMI), Surabaya dengan lebih dari 15.000 tenaga kerja dan sekitar 97% produknya menembus pasar ekspor,” katanya.
Dia menuturkan bahwa industri perikanan nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan berkembang, mengingat potensi besar untuk hasil laut di seluruh wilayah Indonesia.
“Bersama jajaran manajemen PT BMI saya juga mendiskusikan banyak hal di anaranya bagaimana meningkatkan kapasitas produksi dan menyelesaikan berbagai masalah kapasitas produksi, serta pemasaran ekspor, karena pasarnya relatif besar hingga ke Amerika Serikat, Tiongkok dan Eropa,” tutur Wamenperin Riza.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memperkuat hilirisasi dan ekspor produk hasil pengolahan ikan, dengan total kinerja ekspor sektor perikanan nasional secara keseluruhan mencapai rekor tertinggi US$6,27 miliar pada tahun sebelumnya dan terus berlanjut pada tahun 2026.
KKP mencatat nilai ekspor produk perikanan pada awal tahun 2026 hingga menjelang periode Ramadan atau Lebaran lalu telah menembus US$983,1 juta atau sekitar Rp16,7 triliun.
Pasar ekspor didominasi oleh produk olahan industri perikanan adalah udang, tuna, tongkol, cakalang, cumi – cumi, sotong, gurita, rajungan, kepiting, dan rumput laut, sedangkan negara tujuan utama pasar ekspor terbesar dikuasai oleh Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Uni Eropa, serta negara – negara anggota ASEAN.
“Pemerintah terus melakukan penguatan hilirisasi, di antaranya dengan mendorong industri pengolahan hasil laut agar tidak hanya mengekspor bahan mentah, melainkan produk bernilai tambah tinggi yang memenuhi standar mutu global,” jelas Wamenperin Riza. I







