Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 5 Maret 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 24 jam terakhir hingga Rabu, 5 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Data yang dihimpun Direktorat Koordinator dan Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan cuaca ekstrem, masih menjadi kejadian yang paling banyak terjadi di sejumlah daerah.

Hujan lebat memicu luapan saluran drainase yang merendam permukiman warga di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Senin (2/3).

Kondisi tersebut diperparah oleh material sampah dan ranting pepohonan yang menyumbat saluran drainase sehingga banjir merendam 19 unit rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso melakukan pembersihan saluran drainase dan dilaporkan banjir telah surut pada Rabu (4/3).

Pada hari yang sama, banjir akibat hujan lebat juga melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sebanyak 967 unit rumah di sembilan kecamatan terdampak oleh kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Pasuruan mengerahkan pompa air serta perahu karet untuk mobilisasi, evakuasi dan distribusi logistik kepada masyarakat terdampak.

Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Rabu (4/3), banjir berangsur surut dengan ketinggian tersisa sekitar 10 sentimeter.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu kerusakan talud sehingga menyebabkan genangan banjir di lima kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3).

Sebanyak 121 jiwa mengungsi akibat kejadian ini. Tercatat lebih dari seribu unit rumah terdampak dan 13 fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, 19 fasilitas ibadah, serta satu kantor kepolisian sektor.

BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan membangun posko taktis di Balai Desa Cawas dan menyalurkan kebutuhan pengungsi, seperti kasur lipat, serta membuka layanan dapur umum.

Pada Rabu (4/3), banjir telah surut dan para pengungsi telah kembali ke rumah masing – masing.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Semarang pada Rabu (4/3). Talud sungai jebol akibat luapan air yang dipicu hujan lebat dan menyebabkan banjir yang berdampak pada 40 unit rumah dan satu pesantren di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

BPBD bersama tim gabungan dan masyarakat setempat melakukan kerja bakti membersihkan material lumpur yang terbawa arus banjir. Saat ini, banjir dilaporkan berangsur surut.

Baca Juga:  Pemerintah Mulai Rehabilitasi dan Tanam Sawah Terdampak Bencana Sumatra

Selain banjir, cuaca ekstrem melanda Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu (4/3).

BPBD Kabupaten Kudus melaporkan sebanyak 13 unit rumah terdampak tanpa adanya korban jiwa.

Selain itu, BPBD bersama warga terdampak melakukan pembersihan material dari rumah – rumah yang mengalami kerusakan.

Masih di wilayah Jawa Tengah, cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa kendaraan dan jaringan listrik di Kabupaten Batang pada Rabu (4/3).

Kejadian tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia. BPBD Kabupaten Batang bersama instansi terkait melakukan pembersihan material pohon tumbang, evakuasi kendaraan rusak dan pengaturan arus lalu lintas yang sempat terhambat.

Fenomena serupa juga terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Pemalang.

Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menutup akses jalan warga di 11 kecamatan.

BPBD Kabupaten Pemalang mencatat enam orang mengalami luka ringan, sedangkan 23 unit rumah dan satu bangunan tempat pelelangan ikan mengalami kerusakan.

Selain itu, BPBD Kabupaten Pemalang bersama tim gabungan melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang.

Cuaca ekstrem juga melanda dua kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (2/3). Dilaporkan sebanyak 24 unit rumah mengalami kerusakan dan beberapa pohon tumbang.

Pada Rabu (4/3), BPBD bersama tim gabungan membersihkan material pohon tumbang dan berkoordinasi dengan lintas sektor terkait untuk perbaikan rumah warga terdampak.

Hujan lebat disertai angin kencang juga terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Rabu (4/3).

Peristiwa ini menyebabkan pohon tumbang yang menimpa atap rumah warga.

Dilaporkan sebanyak 14 unit rumah rusak ringan, tiga fasilitas umum, dan satu tempat usaha terdampak, serta 11 jiwa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

BPBD Kabupaten Ciamis melakukan pembersihan material pohon tumbang dan memperbaiki rumah rusak bersama warga setempat.

Angin kencang terjadi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (3/3).

Peristiwa ini mengakibatkan pohon tumbang di Kecamatan Sanankulon, Nglegok dan Udanawu.

Sebanyak 30 unit rumah rusak ringan serta satu unit fasilitas pendidikan dan kandang hewan terdampak.

Baca Juga:  BNPB Perkuat Pendampingan Penyusunan R3P Sumut hingga Tingkat Desa

BPBD Kabupaten Blitar mengerahkan sejumlah peralatan untuk pembersihan material pohon tumbang.

Sementara itu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, juga dilanda angin kencang pada Selasa (3/3) yang berdampak pada tiga kecamatan dan menyebabkan 91 unit rumah mengalami kerusakan ringan akibat pohon tumbang.

BPBD Kabupaten Tulungagung membersihkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga menggunakan gergaji mesin.

Kejadian banjir lahar hujan yang melanda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Selasa (3/3) masih dalam proses penanganan.

Dari empat korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, dua orang telah ditemukan, sementara tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya.

Operasi pencarian pada Kamis (5/3) dilakukan dengan dukungan alat berat dan penambahan personel di lapangan.

BPBD Kabupaten Magelang bersama tim gabungan juga memasang rambu sementara untuk pengalihan arus lalu lintas, penutupan jalan, serta membersihkan material lumpur.

Selain itu, tim juga membuat jembatan darurat dari bambu untuk memudahkan mobilisasi masyarakat di lokasi terdampak.

Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk periode 5 – 7 Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

Masyarakat diharapkan memantau informasi resmi prakiraan cuaca secara berkala serta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat disertai angin kencang berlangsung lebih dari satu jam atau membatasi jarak pandang.

Selain itu, masyarakat bersama pemerintah daerah juga dapat melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti membersihkan saluran drainase, memeriksa kondisi tanggul dan memangkas dahan pohon yang rimbun guna mengurangi risiko pohon tumbang.

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diimbau untuk terus memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi personel, peralatan, maupun rencana kedaruratan, sehingga respons penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. I

Kirim Komentar