Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB untuk periode Sabtu (31/10) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (1/11) pukul 07.00 WIB.
Kejadian pertama, angin puting beliung terjadi di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, pada Jumat (30/10) pukul 16.00 WIB.
Peristiwa ini terjadi di Dusun 4, Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, saat hujan disertai angin melanda wilayah tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan kerusakan pada 12 unit rumah dan dampak pada 2 unit fasilitas umum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparatur kecamatan dan pihak terkait.
Selain itu, BPBD juga melakukan pendataan dan kaji cepat terhadap dampak kerusakan rumah warga dan fasilitas umum.
Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Lampung Timur, Polsek Raman Utara, Koramil Raman Utara, Satpol PP Kabupaten Lampung Timur, aparat desa, dan masyarakat setempat.
Hingga Sabtu (31/10), kondisi di lokasi dilaporkan kondusif. BPBD Kabupaten Lampung Timur terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak.
Selain angin puting beliung di Lampung Timur, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat (30/10) pukul 16.20 WITA.
Kebakaran melanda lahan kosong milik warga di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua.
Api dilaporkan cepat merambat karena kondisi lahan yang kering dan angin yang cukup kencang.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.
Tim pemadam kebakaran (Damkar) bersama warga melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas, serta memastikan tidak ada titik api yang tersisa. BPBD Kabupaten Luwu juga telah membuat laporan kejadian.
Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Luwu, Damkar Kabupaten Luwu, Fire Fighter PT BMS, dan masyarakat setempat. Hingga Sabtu (31/10), api dilaporkan telah padam pada pukul 18.30 Wita.
Guna mendukung penanganan karhutla, terdapat kebutuhan peralatan di lapangan yang meliputi pompa punggung, pompa jinjing, tangki air portabel, garu cangkul api, gepyok pemukul api, kapak pemadam, pakaian pelindung, sepatu bot, helm, kacamata, dan masker.
Sementara itu, banjir terjadi di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (30/10). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan di rumah warga dan persawahan.
Kondisi tersebut dilaporkan berkaitan dengan kapasitas saluran drainase yang terbatas. Banjir melanda dua kecamatan, yakni Desa Wangon di Kecamatan Wangon dan Desa Gerduren di Kecamatan Purwojati.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) atau 32 jiwa terdampak, dengan sembilan unit rumah terdampak.
BPBD Kabupaten Banyumas melakukan kaji cepat dan asesmen serta berkoordinasi dengan aparat setempat. Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Banyumas, Polsek Wangon, Pemerintah Desa Wangon, Pemerintah Desa Gerduren, dan masyarakat setempat.
Hingga Sabtu (31/10), banjir dilaporkan berangsur surut. Warga melakukan pembersihan rumah masing – masing, sedangkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dilakukan untuk perbaikan saluran drainase.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Jumat (30/10). Kebakaran melanda kebun milik warga yang ditanami kelapa sawit berusia kurang dari satu tahun dan tanaman sagu.
Lokasi kejadian berada di Desa Woiha, belakang SLB, Kecamatan Tirawuta. Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare.
BPBD Kabupaten Kolaka Timur berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan asesmen di lokasi kejadian. Hingga Sabtu (31/10), api dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menjaga kebersihan dan kelancaran saluran drainase untuk mengurangi risiko banjir.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian bencana atau titik api kepada BPBD setempat dan mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BPBD. I
