Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia hingga Kamis (27/8) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian yang mendominasi pada periode ini adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kejadian karhutla pertama tercatat di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Selasa (25/8). Lahan yang terbakar mencapai dua hektare di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, dengan waktu terjadi pada pukul 22.40 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Api berhasil dipadamkan pada Rabu (26/8) pukul 03.00 WIB.
Karhutla selanjutnya terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Peristiwa tersebut diketahui setelah BPBD setempat menerima laporan dari warga mengenai kebakaran lahan di Jalan Simpang Renggiang-Gantung, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Kebakaran juga menjalar ke lahan di Desa Selingsing.
BPBD kemudian menurunkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
Berdasarkan hasil kaji cepat, luas lahan yang terbakar mencapai 12,69 hektare. Api berhasil dikendalikan pada pukul 02.00 WIB.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (25/8). Kejadian tersebut berlangsung di Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran.
Api membakar lahan seluas empat hektare. Tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Merespons peristiwa ini, BPBD setempat mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Rabu (26/8).
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Rabu (26/8). Kebakaran bermula dari padi siap panen milik warga yang kemudian terbakar dan menjalar ke area persawahan.
Penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran jerami kering. Kebakaran terjadi di Desa Klieng Manyang dan Desa Lamgeu Tuha, Kecamatan Suka Makmur.
Merespons kejadian tersebut, BPBD Aceh Besar mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dan empat personel gabungan.
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (26/8) pukul 13.23 WIB. Saat laporan diterima, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi.
Selain karhutla, bencana lain juga terjadi, yaitu banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dan kekeringan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong terjadi pada Rabu (26/8) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Bencana ini terjadi setelah air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 73 Kepala Keluarga (KK) atau 251 jiwa terdampak. Sebanyak 15 KK atau 50 jiwa di antaranya mengungsi ke rumah kerabat.
Merespons kejadian ini, BPBD setempat melakukan koordinasi, kaji cepat, serta mendistribusikan air bersih dan makanan siap saji kepada warga terdampak.
Pada Rabu (26/8), banjir telah surut. Kendati demikian, tim BPBD masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali terjadi.
Secara bertahap, tim gabungan juga melakukan pembersihan material lumpur dan kayu di jalan serta permukiman warga yang terdampak.
Sementara itu, sebagai upaya penanganan darurat kekeringan yang terjadi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Rabu (26/8), BPBD setempat mendistribusikan bantuan air bersih kepada 45 KK atau 180 jiwa terdampak di Desa Citaman, Kecamatan Ciomas.
Pendistribusian dilakukan sebanyak dua rit dengan total 10.500 liter air bersih ke Kampung Citaman.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, menghemat penggunaan air selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana kepada BPBD maupun instansi terkait.
Informasi mengenai perkembangan cuaca dan potensi bencana juga dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB dan BPBD setempat. I
