Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 4 Oktober 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan periode pelaporan pada Sabtu (3/10) hingga Minggu (4/10) pukul 07.00 WIB.

Pada minggu pertama Oktober, kejadian bencana yang dilaporkan masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kejadian karhutla pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

Kebakaran terjadi di kawasan hutan seluas 11 hektare di Gunung Bancak, Dusun Setren, Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan pada Kamis (1/10).

Setelah menerima laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan.

Pemadaman dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, TNI/Polri, PMI, perangkat Desa Giripurno, dan masyarakat.

Pada Sabtu (3/10), api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sebelumnya, Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Kebakaran hutan juga melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Karhutla terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Klaten pada Jumat (2/10).

Wilayah yang terdampak meliputi Desa Krakitan di Kecamatan Bayat, Desa Palar di Kecamatan Trucuk dan Desa Jurang Jero di Kecamatan Karanganom.

Total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 4,6 hektare. Kebakaran tersebut terjadi di kawasan Brumbung dan Gunung Gede.

BPBD Kabupaten Klaten segera melakukan asesmen dan pemadaman di lokasi. Pada Sabtu (3/10), api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Selain di tiga kecamatan tersebut, karhutla juga melanda wilayah lain di Kabupaten Klaten. Karhutla terjadi di kawasan Bukit Cemoro Sewu yang berada di dua kecamatan pada Sabtu (3/10) pukul 10.00 WIB.

Baca Juga:  Ada Tiga Warga Meninggal Dunia Dampak Longsor dan Lahar Dingin Wilayah Gunung Semeru

Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka, masing – masing dengan kondisi luka ringan dan sedang. Korban segera mendapat penanganan.

BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama, meski masih terdapat asap di lokasi. C5 z

Selain Kabupaten Klaten, karhutla juga melanda Kabupaten Sragen. Pada Kamis (1/10) pukul 16.45 WIB, kebakaran terjadi di wilayah Perhutani BKPH Tangen Surakarta.

Peristiwa tersebut terjadi setelah seorang warga membakar daun tebu kering di lahannya.

Warga tersebut mengira api telah padam kemudian meninggalkan lahannya. Namun, api justru membesar dan meluas ke area Perhutani. Luas hutan yang terbakar mencapai 20 hektare.

BPBD Kabupaten Sragen segera menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan upaya pemadaman. Upaya tersebut sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi yang curam dan licin.

Berdasarkan pemutakhiran pada Sabtu (3/10), tim gabungan telah berhasil memadamkan api.

Berdasarkan prediksi curah hujan kumulatif Dasarian I Oktober 2026 (1 – 10 Oktober 2026) yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori dominan rendah hingga menengah.

Wilayah tersebut meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Selain itu, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan kekeringan di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  Penanganan Gempa Cianjur Fokuskan Pencarian Korban

Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, segera melaporkan kepada petugas berwenang apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani dan mencegah api meluas, serta menggunakan air secara efisien.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, BPBD, BMKG, serta pemerintah daerah setempat. I

 

Kirim Komentar