Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran data kejadian bencana dan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah pada periode Rabu (8/7) hingga Kamis (9/7) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kejadian kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi di sejumlah wilayah.
Kekeringan terjadi di Desa Komus II Timur, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Rabu (8/7).
Bencana dipicu oleh rendahnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan berkurangnya debit sungai, mata air, sumur warga dan sumber air bersih lainnya.
Kondisi tersebut mengakibatkan sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) terdampak kesulitan memperoleh air bersih.
Sebagai upaya penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melakukan asesmen dan pendataan wilayah terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait dan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
Hingga Rabu (8/7), BPBD telah mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (8/7) pukul 13.30 WIB.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar lima hektare lahan tanpa menimbulkan korban jiwa.
BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara bersama tim gabungan dan warga setempat melakukan upaya pemadaman. Pada hari yang sama, api berhasil dipadamkan.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (8/7) pukul 14.15 WIB.
Peristiwa ini melanda tiga desa, yakni Desa Pundungrejo dan Desa Watubonang di Kecamatan Tawangsari, serta Desa Puron di Kecamatan Bulu. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3,5 hektare.
Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Sukoharjo melakukan pemadaman menggunakan gepyok disertai pembuatan ilaran untuk mencegah api meluas. Dilaporkan pada hari yang sama api berhasil dipadamkan.
Selain itu, angin kencang menerjang Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu (8/7) pukul 18.00 WIB.
Kejadian tersebut berdampak pada 11 kepala keluarga dan menyebabkan berbagai kerusakan.
BPBD Kabupaten Aceh Utara mencatat sebanyak 7 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang dan 3 unit rumah rusak ringan.
Merespon kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Aceh Utara melakukan pembersihan puing – puing rumah yang mengalami kerusakan.
Masyarakat telah mengevakuasi barang – barang berharga ke tempat yang lebih aman di rumah kerabat terdekat.
Berdasarkan prediksi curah hujan kumulatif dasarian I Juli 2026 (periode 11 – 20 Juli 2026) yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah diperkirakan mengalami curah hujan rendah.
Wilayah tersebut meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Masyarakat agar menggunakan air secara bijak pada daerah yang mengalami kekeringan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. I







