InJourney dan Pemkab Banyuwangi Kembangkan Pariwisata Gandrung Sewu

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk mengembangkan pariwisata melalui penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026.

Kolaborasi ini diharapkan memperluas promosi budaya Banyuwangi, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Digital InJourney Herdy Harman mengatakan, pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku industri.

Menurutnya, Kabupaten Banyuwangi menjadi contoh daerah yang mampu mengembangkan potensi budaya melalui kreativitas masyarakat dan pemerintah daerah (pemda).

“Banyuwangi itu contoh daerah yang masyarakatnya, pemdanya kreatif banget. Sangat inspiring sebetulnya buat pemda – pemda lain. Setiap daerah sebetulnya ada mutiara – mutiaranya yang harus kita asah terus,” ujar Herdy di Jakarta.

Dia menjelaskan, pengembangan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor, tetapi membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari transportasi udara, perhotelan hingga destinasi wisata.

InJourney juga mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan agar memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi daerah tujuan.

“Orang airport enggak bisa ngomong airport aja. Orang – orang harus dipikirin juga tuh mau ke mana. Kita push adalah length of stay juga,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Komersial InJourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia) Veri Y. Setiady menegaskan, pihaknya siap mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi, termasuk melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan untuk meningkatkan jumlah penerbangan saat penyelenggaraan acara khusus, seperti Gandrung Sewu.

“Biasanya kami akan membantu bicara dengan airlines, dengan maskapai penerbangan untuk meningkatkan lebih banyak penerbangan, apalagi kalau ada special event, seperti Gandrung Sewu ini,” tuturnya.

Saat ini, InJourney Airports mengelola 36 bandara, terdiri atas 27 bandara internasional dan sembilan bandara domestik.

Veri berharap kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi daya tarik yang mendorong wisatawan mengunjungi berbagai daerah.

Baca Juga:  KEMENPAREKRAF DORONG DESA WISATA BUDO JADI DESTINASI PENYANGGA DSP LIKUPANG SULUT

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan InJourney dan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026.

Dia menjelaskan, kolaborasi dibutuhkan karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya dalam mengembangkan pariwisata.

“Pemerintah daerah memiliki keterbatasan, baik dari segi anggaran dan juga kemampuan lainnya, karena ini bagian dari kolaborasi, maka saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami,” ungkapnya.

Menurut Ipuk, Gandrung Sewu bukan sekadar pertunjukan tari kolosal, melainkan bagian dari upaya melestarikan budaya, sekaligus mengenalkan sejarah Banyuwangi kepada generasi muda.

Ajang yang telah diselenggarakan sejak tahun 2012 tersebut juga menjadi sarana promosi pariwisata daerah.

“Gandrung Sewu bukan hanya bicara terkait bagaimana penari gandrung kolosal ditampilkan, tapi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah Banyuwangi untuk tidak hanya melestarikan budaya Banyuwangi dan juga meregenerasi budaya yang ada di Banyuwangi,” ujarnya.

Ipuk berharap keterlibatan InJourney dapat memperluas pengenalan Gandrung Sewu hingga ke tingkat internasional.

Menurutnya, seni dan budaya menjadi pembeda utama Banyuwangi dibandingkan dengan daerah wisata lainnya.

“Kalau bicara pariwisata di Banyuwangi, laut, gunung, kita punya, Bali punya dan daerah – daerah lain punya, tapi budaya yang autentik, yang orisinal dari Banyuwangi, kita pasti berbeda dengan daerah lain,” katanya.

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 dengan konsep berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, yakni pertunjukan akan digelar pada malam hari dengan mengusung konsep Gandrung Glow in the Dark. I

 

Kirim Komentar