Jabar Berpotensi Jadi Pionir Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia dan Dunia

Wakil Gubernur Erwan Setiawan menegaskan bahwa Jawa Barat (Jabar) memiliki potensi besar untuk menjadi pionir perkembangan ekonomi syariah di tingkat nasional hingga global.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri konferensi pers kegiatan Hijabfest x Jabar Halal Fair 2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung.

“Jawa Barat ini menjadi pionir untuk perkembangan ekonomi syariah Indonesia dan dunia. Dunia melihat perkembangan ekonomi syariah Indonesia, dan Indonesia melihat bagaimana perkembangan ekonomi syariah di Jawa Barat,” kata Erwan.

Menurutnya, potensi ekonomi syariah di Jawa Barat sangat besar, tapi pengembangannya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak mulai dari perbankan, pelaku usaha, UMKM, akademisi hingga pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk meningkatkan perekonomian syariah atau industri halal di Jawa Barat tanpa dukungan semua pihak,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan harus terus dijaga agar pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat dapat berjalan optimal.

Erwan juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat yang terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam mendorong penguatan ekonomi syariah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat yang terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Terima kasih juga kepada dunia industri, pelaku usaha, komunitas hijabfest dan lembaga keuangan syariah, seperti Bank Syariah Indonesia yang terus mendukung pengembangan industri halal di Jawa Barat,” katanya.

Menurut Erwan, Bandung memiliki peran penting sebagai pusat industri halal di Jawa Barat, apalagi kota ini dikenal sebagai pusat mode di Indonesia yang juga berkembang dalam sektor fesyen halal.

“Bandung dikenal sebagai Paris van Java, pusat mode di Indonesia. Ini menjadi kekuatan bagi kita untuk mengembangkan industri fesyen halal yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pastikan Aspek Keselamatan Pelayaran Terpenuhi dengan Kemenhub Uji Petik Kapal Roro di Pelabuhan Ambon

Pada tahun 2025, Pemprov jabar telah menerbitkan sekitar 800.000 sertifikat halal yang mencakup sekitar 2 juta produk.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan tambahan lebih dari 600.000 sertifikat halal baru.

“Target tahun 2026 ada penambahan lebih dari 600.000 sertifikat halal. Saat ini sudah sekitar 640.000 yang akan kita keluarkan tahun ini,” kata Erwan.

Dia berharap, peningkatan sertifikasi halal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan memperkuat ekosistem industri halal di Jawa Barat.

Erwan juga menekankan pentingnya percepatan sertifikasi halal, terutama di daerah wisata agar wisatawan muslim merasa lebih nyaman.

“Kami tidak hanya mengimbau, tetapi mewajibkan di setiap daerah, terutama daerah wisata di Jawa Barat, produk makanan maupun layanan lainnya sudah tersertifikasi halal, sehingga masyarakat, khususnya umat muslim yang datang ke Jawa Barat tidak ragu lagi untuk berbelanja,” tuturnya.

Dia menambahkan, Jawa Barat tidak boleh tertinggal dari negara lain yang justru mayoritas penduduknya bukan muslim namun sudah mengembangkan industri halal.

“Sekarang negara yang minoritas muslim, seperti Korea, Tiongkok, Jepang saja sudah menyediakan layanan halal. Kita jangan sampai kalah. Jawa Barat harus menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah dan industri halal,” ungkapnya.

Kegiatan Hijabfest x Jabar Halal Fair 2026 diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan Pemprov Jabar, Pemerintah Kota Bandung, Bank Syariah Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Barat, serta Indonesia Hijabfest. I

 

Kirim Komentar