Kapolri Ajak Buruh dan Pekerja Jaga Iklim Investasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen buruh dan pekerja untuk bersama – sama menjaga iklim investasi di tanah air, karena ini krusial untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, sekaligus memastikan aspirasi buruh tetap terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Pusdiklat KSPSI.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan perlindungan hak pekerja.

“Di satu sisi investasi terus bertumbuh, tapi di sisi lain aspirasi buruh tetap harus terjaga. Ini tentunya kita kelola dengan baik,” katanya di Purwakarta.

Menurut Kapolri, kemudian semuanya bisa menjadi hal yang mampu kita wujudkan dan Indonesia menjadi negara yang betul – betul bisa lepas landas menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

Jenderal Sigit menyatakan, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta stabilitas politik adalah kunci agar Indonesia ramah terhadap investasi.

Selain itu, dia juga mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) buruh agar berani bersaing dengan tenaga kerja negara lain.

Sebagai bentuk dukungan nyata Korps Bhayangkara terhadap keluarga besar buruh, Jenderal Sigit memastikan akan terus mengoptimalkan peran Desk Ketenagakerjaan Polri, yang bertugas memberikan pendampingan dan pelayanan terhadap permasalahan industrial antara perusahaan dan buruh.

“Selama ini, kita minta untuk memberikan pendampingan, memberikan pelayanan terhadap permasalahan – permasalahan industrial antara perusahaan dan buruhm, sehingga bisa dicapai satu kesepakatan yang tentunya ini bisa diterima oleh kedua belah pihak,” tuturnya.

Kapolri menuturkan, dalam penyelesaian sengketa hubungan industrial, proses penegakan hukum diposisikan sebagai langkah terakhir jika mediasi tidak menemui titik temu dan terjadi pelanggaran hukum yang nyata.

“Proses penegakan hukum tetap akan berlaku apabila memang ada pelanggaran – pelanggaran dan itu adalah ultimum remedium,” ujarnya.

Kapolri juga menginstruksikan jajarannya di wilayah, terutama yang memiliki kawasan industri, untuk memperkuat kemampuan Desk Ketenagakerjaan Polri.

Tujuannya agar potensi konflik, kata Kapolri, mulai dari isu keamanan lingkungan hingga masalah internal industri, dapat dideteksi dan diselesaikan sejak dini.

“Jadi, kemudian apa yang menjadi permasalahan terkait dengan permasalahan industrial ini betul-betul bisa kita jaga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, adanya perubahan paradigma dalam pergerakan KSPSI.

Menurutnya, perjuangan buruh kini tidak hanya berkutat pada aksi massa, tetapi juga fokus pada peningkatan keterampilan dan advokasi.

“Aksi adalah bagian dari perjuangan, tetapi pemikiran dan juga meningkatkan keterampilan, tingkat advokasi, sangat penting buat anggota kami,” jelas Andi Gani.

Perubahan itu diwujudkan melalui pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI yang akan diresmikan pada Juni 2026.

Dia menambahkan, pusat pelatihan ini tidak hanya menyediakan pendidikan konvensional, tetapi juga berfokus pada digitalisasi marketing dan teknologi digital untuk merespons perubahan zaman.

“Dunia tidak bisa menunggu, karena itu KSPSI merubah paradigma. Pusdiklat ini mengikuti perkembangan yang ada,” katanya.

Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli juga memberikan apresiasi terhadap langkah KSPSI membangun Pusdiklat.

Dia menilai inisiatif ini sebagai langkah baru gerakan buruh di Indonesia yang peduli terhadap penyiapan tenaga kerja masa depan.

“Kementerian Ketenagakerjaan tentu mengucapkan apresiasi dan kita siap untuk mendukung keberadaan training center ini nanti. Ini akan mewarnai gerakan dan aktivitas buruh pekerja di Indonesia,” ujarnya.

Prof. Yassierli juga berterima kasih kepada Kapolri atas dukungannya dalam menjaga kondusivitas iklim ketenagakerjaan di tanah air. “Tujuan besar kita adalah industrinya maju dan pekerjanya sejahtera.” I

Kirim Komentar