Kekuatan Baru Industri Indonesia dari Pertumbuhan KEK

Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri agar setiap investasi dapat membuka lebih banyak lapangan kerja yang berkualitas, termasuk melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan hal tersebut dalam Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Rakernas KEK) Triwulan III/2026 di Jakarta.

“Investasi besar tidak boleh berhenti pada angka, Harus berubah menjadi pabrik yang berproduksi, lapangan kerja yang terbuka dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Dalam Rakernas KEK Triwulan III/2026, Wamenperin Riza menegaskan pentingnya memperkuat hilirisasi, teknologi, riset dan keterampilan tenaga kerja agar investasi benar – benar menghasilkan nilai tambah.

“Jangan sampai investasi tumbuh pesat, tetapi masyarakat hanya menjadi penonton,” ungkapnya.

Hingga September 2025, KEK telah mencatat investasi sekitar Rp382,1 triliun dengan menyerap sebanyak 302.262 tenaga kerja dan melibatkan 509 badan usaha.

Menurut Wamenperin Riza, dari sebanyak 25 KEK di Indonesia, ada 13 KEK di antaranya yang merupakan kawasan industri yang menjadi motor penguatan ekonomi nasoonal.

KEK, dia menambahkan, harus menjadi mesin industrialisasi yang membuka pekerjaan berkualitas dan menggerakkan ekonomi rakyat.

“Indonesia tidak cukup hanya menjadi tujuan investasi., Indonesia harus menjadi pusat produksi, inovasi dan kekuatan industri dunia,” jelas Wamenperin Riza. I

 

Kirim Komentar
Baca Juga:  Presiden Jokowi Minta Produksi Kopi Harus Naik