KELESTARIAN DAN KEBERLANJUTAN JADI ASPEK PENTING PENGEMBANGAN CANDI BOROBUDUR

Kawasan Candi Borobudur. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur memerlukan perhatian khusus pada kelestarian dan keberlanjutan, termasuk upaya konservasi dan keberpihakan pada masyarakat yang berwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, pihaknya akan terus menyiapkan berbagai langkah dengan pihak terkait, seperti dunia usaha untuk menghadirkan travel pattern atau pola kegiatan.

Aksi tersebut, lanjutnya, seperti mengundang investasi di bidang augmented dan virtual reality yang bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tidak naik ke atas area stupa Candi Borobudur, untuk bisa duduk di pelataran dan merasakan sensasi membaca relief-relief dari candi tersebut.

“Dalam rangka mewujudkan program ekowisata atau green tourism di Indonesia dan menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan di dalam kawasan Candi Borobudur, Kemenparekraf telah meresmikan layanan kendaraan listrik ramah lingkungan dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum,” ujarnya saat Weekly Press Briefing yang digelar secara hybrid di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Selain itu, lanjut Sandiaga, program pengembangan desa wisata juga terus dikembangkan, sehingga Candi Borobudur ini akan tertopang oleh desa-desa wisata yang jumlahnya 24 desa wisata dan ada 20 balkondes yang harus dilakukan pelatihan dan pendampingan agar para wisatawan juga merasakan sensasi tinggal di desa wisata yang sekarang lagi booming.

Sementara itu, mengenai rencana kenaikan harga tiket untuk naik ke Candi Borobudur ditunda dan akan dikaji bersama dengan pihak terkait, yakni Taman Wisata Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur, para ahli, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pelaku UMKM.

“Ini dilakukan agar keputusan yang diambil nantinya berpihak kepada upaya konservasi, penjagaan kelangsungan dan juga kelestarian dari Candi Borobudur, serta berpihak kepada rakyat khususnya pada ekonominya yang baru mulai menggeliat di sekitarnya,” ungkap Sandiaga.

Saat ini, kondisi permukaan Candi Borobudur dilaporkan semakin turun, karena bangunan Candi Borobudur menahan beban ratusan ribu pengunjung yang naik ke area stupa dalam setiap harinya.

Diketahui jumlah caring capacity atau daya dukung dari Candi Borobudur hanya sekitar 1.200 orang.

“Untuk Borobudur, yakinlah pemerintah akan berpihak kepada rakyat, juga akan memastikan kelestarian dan juga konservasi dan masa depan dari Candi Borobudur. Saya yakin anak cucu kita menginginkan hal yang sama dan untuk itu kita perlu bergandengan tangan,” tutur Sandiaga. I

 

 

Kirim Komentar

Bagikan Artikel